3. Kebijakan One Way
Meskipun kebijakan sistem satu arah (one way) telah diterapkan untuk memperlancar arus mudik, ini bukanlah solusi jangka panjang.
Djoko mengingatkan bahwa negara-negara seperti Tiongkok dan Amerika Serikat yang memiliki tradisi mudik besar seperti Imlek dan Thanksgiving, telah mengembangkan sistem angkutan umum yang efisien.
“Untuk jangka panjang, kita harus mulai mengalihkan lebih banyak pemudik ke angkutan umum. Pembenahan angkutan umum harus dilakukan segera, khususnya di Pulau Jawa,” tambahnya.
4. Pengaturan Logistik
Pengaturan logistik selama Lebaran 2025 juga menghadapi tantangan besar. Pembatasan angkutan barang selama masa mudik diperpanjang hingga 16 hari, lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada sistem logistik, yang menurut Djoko, seharusnya bisa dialihkan ke moda transportasi lain seperti rel dan perairan, bukan hanya mengandalkan jalan raya.
Pemerintah perlu mengoptimalkan sistem logistik berbasis rel untuk mengurangi hambatan pada jalan raya.
5. Pembenahan Pendataan
Masalah terbesar yang masih dihadapi adalah pendataan pemudik yang tidak akurat. Kebijakan satu arah yang diterapkan pun tidak bisa bertahan selamanya.
Pemerintah perlu segera membuat program mudik untuk tahun depan minimal enam bulan sebelum musim mudik dimulai, sehingga kebijakan yang diterapkan lebih terencana dan efektif.
“Mengalihkan pemudik ke angkutan umum akan mendukung kebijakan ketahanan energi dan mengurangi angka kecelakaan, terutama di jalan tol dan jalan arteri,” tutup Djoko.
BACA JUGA: Tak Seindah yang Dibayangkan, Dea Bagikan Cerita Pahit Saat Mudik ke Pandeglang
Catatan Penting Penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini memerlukan perhatian lebih pada perencanaan dan pengelolaan yang lebih baik. Pembenahan sistem pendataan dan transportasi umum menjadi langkah yang sangat dinantikan untuk memastikan mudik yang lebih aman dan efisien di masa depan.






