PB PMII Dorong Pemerintah Tuntaskan Agenda Ketenagakerjaan

JakartaPengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendorong pemerintah untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, khususnya yang berkaitan dengan pemuda.

Menurut Direktur Leader Talk Summit PB PMII, Panji Sukma Nugraha, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan dalam pembangunan bangsa, dengan pemuda harus menjadi subjek utama dalam upaya ini.

“Setiap komponen bangsa berkewajiban agar berkiprah dan berperan dalam pembangunan bangsa. Pemuda harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan bangsa,” kata Panji, Jum’at (03/11/2023) sore di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Ia mengingatkan tentang tantangan ketenagakerjaan di Indonesia, terutama sehubungan dengan Bonus Demografi yang mencapai puncaknya pada tahun 2035.

Serta menyoroti masalah seperti digitalisasi dan keterbatasan lapangan kerja, serta kemampuan sumber daya manusia yang masih di bawah target yang diharapkan oleh perusahaan dan dunia kerja.

Panji juga mencatat bahwa sebagian besar penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, dengan lebih dari 210 juta penduduk terkoneksi, yang menunjukkan potensi dalam mengembangkan ekonomi melalui teknologi.

“Kemajuan teknologi menjadi kesempatan untuk Indonesia meratakan pembangunan ekonomi. Mendorong para telenta muda di level nasional dan daerah untuk mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing,” jelas Panji.

Selain itu, ia memaparkan tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan anak muda Indonesia, yang merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Pada tahun 2020, angka pengangguran di kalangan anak muda mencapai 20 persen, sementara beberapa negara tetangga memiliki tingkat pengangguran di bawah 15 persen.

Baca juga: Gaet Kemnaker RI, PMII Adakan Leader Talk Summit

Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara lapangan kerja yang diciptakan dan kualifikasi lulusan baru dari perguruan tinggi.

“Pemerintah diharapkan segera menuntaskan isu ketenaga kerjaan, sebab tenaga kerja bagi kami tulang punggung pembangunan bangsa,” tegas Panji.

Sementara, Perwakilan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI menyatakan kesiapan pemerintah dalam mendukung talenta muda.

Menurutnya, Kemnaker telah mengembangkan program khusus untuk pengembangan talenta muda serta untuk mencapai keterkaitan antara dunia kerja dan kualifikasi tenaga kerja.

Melalui kebijakan yang dikeluarkan, pemerintah berusaha meningkatkan kapasitas talenta muda Indonesia dan menciptakan keterkaitan yang lebih baik dalam dunia ketenagakerjaan, dengan menciptakan Platform Talenthub untuk mengembangkan talenta muda di bidang ketenagakerjaan.

Meskipun ada tantangan serius yang harus dihadapi oleh pemuda Indonesia, seperti Bonus Demografi pada tahun 2035 dan Indonesia Emas 2045, kerja sama semua pihak, terutama talenta muda, diharapkan dapat mengisi masa depan Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar