Peduli Dana Desa, Armada Baraya Resmi Dideklarasikan

Pandeglang – Sebuah langkah penting telah diambil oleh kelompok pemuda yang menyebut diri mereka Aliansi Remaja, Mahasiswa, dan Pemuda Desa Banten Raya, yang disingkat sebagai Armada Baraya.

Dalam sebuah deklarasi resmi yang berlangsung di Kampus STAI Syekh Manshur, Armada Baraya secara resmi mengumumkan berdirinya organisasi ini dengan tujuan yang sangat penting: peduli terhadap Dana Desa.

Deklarasi ini dipimpin oleh Amin Widhi Handoko, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Armada Baraya.

Lebih dari seratus orang dari berbagai latar belakang bergabung dalam acara tersebut, mewakili mahasiswa dari sembilan kampus, pelajar dari 17 sekolah menengah, dan 21 pemuda Desa dari berbagai wilayah, termasuk Pandeglang, Lebak, Serang, dan Tangerang.

Baca juga: Mahasiswa Pandeglang Tuntut Reformasi Birokrasi dan Netralitas Pejabat dalam Pemilu

Amin Widhi Handoko, dalam orasinya, menjelaskan tiga misi utama yang menjadi fokus organisasi mereka.

1. Peran Aktif dalam Pembangunan Desa

Pertama, mereka ingin mendorong para remaja, mahasiswa, dan pemuda Desa untuk berperan aktif dalam proses pembangunan Desa di tempat tinggal masing-masing.

2. Meningkatkan Kapasitas

Kedua, mereka berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas para remaja, mahasiswa, dan pemuda Desa agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan Desa.

3. Kerja Sama Mendukung Pembangunan Desa

Ketiga, mereka berharap dapat bekerja sama dengan berbagai pihak lainnya untuk mendukung pembangunan Desa yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Armada Baraya Ajak Pemuda Peduli Desa

Armada Baraya membuka pintu lebar bagi semua remaja Desa, mahasiswa yang berasal dari Desa atau peduli terhadap Desa, serta pemuda Desa untuk bergabung dalam upaya memajukan Dana Desa bersama-sama.

Mereka juga mengajak pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pembangunan Desa untuk berkolaborasi, dengan keyakinan bahwa kolaborasi ini akan membawa perubahan positif dalam pembangunan Desa.

Desak Kepala BPSDM Kementerian Desa

Selain memperjuangkan kepedulian terhadap Dana Desa, Amin Widhi Handoko juga menyoroti masalah yang belum terselesaikan, yaitu Cadangan PLD dan Cadangan PD yang belum ditempatkan.

Armada Baraya mendesak Kepala BPSDM Kementerian Desa agar segera menempatkan Cadangan PLD dan PD Cadangan hasil promosi di Provinsi Banten, serta menuntut sanksi pemecatan bagi pihak yang dianggap menghambat program Kementerian Desa dan merugikan masyarakat Banten.

Dalam memastikan, kepentingan masyarakat Desa tetap menjadi prioritas, mereka akan melakukan aksi protes untuk mengisi kuota kosong dan menjalankan pendampingan Desa dengan lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar