Pelanggan Tak Puas, Gadis Open BO di Tasikmalaya Dibunuh

Tasikmalaya – Seorang gadis muda di Kota Tasikmalaya, berusia 16 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya. Kasus tragis ini melibatkan pria berusia 29 tahun yang terlibat dalam urusan open BO.

Identitas Korban dan Tersangka

Korban, yang dikenal dengan inisial SAR, menjadi korban pembunuhan oleh seorang pria berinisial RM. Kejadian ini terjadi di Kampung Ciceuri, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya pada tanggal 16 Agustus 2023.

Kronologi Kejadian

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Sy Zainal Abidin, menjelaskan bahwa korban tewas akibat dibekap dan dipiting lehernya hingga tewas.

“Tersangka membekap mulut serta hidung korban dengan menggunakan telapak tangan kanan, kemudian pelaku mempiting leher korban dengan menggunakan lengan kanannya, sampai korban lemas serta tidak sadarkan diri, dan akhirnya meninggal dunia,” kata Zainal saat dikonfirmasi, Rabu (20/9/2023).

Penyebab Kemarahan Tersangka

Zainal mengungkapkan bahwa kemarahan tersangka terhadap korban berawal dari masalah transaksi seksual yang tidak memuaskan antara keduanya.

“Tersangka tidak puas karena sesuai perjanjian sampai satu kali main, sehingga pelaku meminta kembali uang senilai Rp 100 ribu,” ujar Zainal.

Awal pertemuan korban dan pelaku dimulai ketika korban meminjam ponsel temannya untuk menginstal aplikasi perpesanan MiChat. Korban kemudian membuka penawaran transaksi seksual atau open BO.

Baca juga: Mayat Wanita di Septic Tank Ternyata Dibunuh oleh Tetangganya

Korban dan pelaku bertemu di kamar kost untuk transaksi seksual dengan tarif sebesar Rp 200 ribu.

“Setelah bertemu di kamar kost tersebut, korban meminta uang terlebih dahulu sesuai yang telah disepakati, dan tersangka memberikan uang Rp 200 ribu,” ungkap Zainal.

Namun, setelah pertemuan, terjadi perselisihan mengenai uang yang mengakibatkan cekcok.

Tersangka membekap dan mempiting leher korban setelah terjadi perdebatan.

“Selanjutnya tersangka membekap mulut korban, korban sempat berontak sehingga tersangka mempiting leher korban dengan menggunakan lengan kanannya kurang lebih 5 menitan sampai korban lemas dan tidak melawan lagi,” jelas Zainal.

Setelah aksi kekerasan, tersangka melarikan diri dengan sepeda motor.

“Selanjutnya tersangka melarikan diri dengan sepeda motornya dan sempat membawa 2 ponsel yang dibawa korban, maksudnya untuk menghilangkan jejak bekas percakapan open BO,” tutur Zainal.

Korban ditemukan meninggal oleh seorang temannya. Pihak kepolisian mendapatkan laporan dan segera melakukan penyelidikan.

Konsekuensi Hukum

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang berpotensi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar atas perbuatannya yang mengerikan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar