“Semua tahapan itu harus kami lalui agar peremajaan kapal Pelni bisa segera direalisasikan,” jelas Anik.
Peremajaan Kapal Mendesak
Dari total 26 kapal yang saat ini dioperasikan Pelni, sebanyak 12 kapal di antaranya telah berusia di atas 30 tahun dan membutuhkan peremajaan segera. “Perlu dipahami, kapal memiliki batas usia teknis tertentu agar tetap layak dan efisien untuk dioperasikan,” terang Anik.
Pelni memperkirakan proses peremajaan ini membutuhkan waktu hingga tiga tahun. Anik menjelaskan bahwa desain kapal memerlukan waktu satu tahun, sedangkan pembangunan fisiknya membutuhkan waktu dua tahun. “Jadi, dari awal keputusan hingga kapal selesai dibangun, totalnya tiga tahun,” tambahnya.
Sebagai catatan, peremajaan terakhir kapal milik Pelni dilakukan pada tahun 2008, yakni dengan pengadaan kapal Gunung Dempo. Saat ini, kapal tersebut telah berusia 25 tahun.
BACA JUGA:Â ASDP Beberkan Kesiapan Natal dan Tahun Baru 2025
“Sejak 2008 hingga 2024, tidak ada investasi baru untuk pengadaan kapal. Gunung Dempo adalah kapal terakhir yang kami miliki setelah peremajaan,” tutup Anik.
Dengan langkah ini, Pelni berharap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan armada kapal tetap dalam kondisi optimal untuk mendukung transportasi di seluruh wilayah perairan Indonesia.






