Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima: Dampak dan Kontroversi

JepangJepang telah memulai tindakan yang mengkhawatirkan dengan membuang limbah nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima. Kejadian ini terjadi 12 tahun setelah salah satu kecelakaan nuklir terparah dalam sejarah. Dampak dari tindakan ini menjadi perhatian utama.

Sebanyak 540 Kolam Renang Olimpiade Akan Dibuang ke Laut

Dilansir dari AFP, Jepang berencana untuk melepaskan limbah nuklir sebanyak 540 kolam renang Olimpiade ke laut Pasifik. Ini adalah jumlah yang sangat besar dan mencemaskan.

Alasan di Balik Pembuangan Limbah

Perusahaan operator pabrik TEPCO, melalui video langsung, menjelaskan bahwa mereka perlu membersihkan ruang untuk menghilangkan bahan bakar nuklir radioaktif yang sangat berbahaya serta puing-puing dari reaktor yang rusak. Tiga reaktor di Fukushima-Daiichi mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011 yang menewaskan ribuan orang.

Baca juga: Pengamat Maritim Kecam Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut

TEPCO akan melakukan empat tahap pelepasan air olahan, dengan tahap pertama memakan waktu sekitar 17 hari. Mereka mengatakan sekitar 5 triliun becquerel tritium akan dilepaskan dalam tahun fiskal ini. Pengawas dari pengawas atom PBB mendukung rencana ini.

Respons dan Protes

Sejumlah orang telah melakukan protes terhadap tindakan ini. Mereka menganggapnya sebagai tindakan yang sangat berbahaya, seperti membuang bom atom ke laut. Bahkan, China mengkritik keras rencana ini dan menganggapnya sebagai tindakan egois.

Jepang berpendapat bahwa semua unsur radioaktif telah disaring, kecuali tritium yang dianggapnya tidak berbahaya. Namun, ada berbagai pendapat tentang hal ini. Beberapa menganggap bahwa proses penyaringan memiliki kelemahan, sementara yang lain berpendapat air tersebut sebaiknya diuapkan dan dilepaskan ke atmosfer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *