Ia memastikan bahwa pemerintah telah menginstruksikan seluruh perwakilan diplomatik Malaysia untuk mengambil langkah maksimal demi melindungi warga negaranya.
“Pemerintah Anda sedang mengambil semua langkah yang mungkin untuk memastikan perlindungan Anda. Misi kami telah diberikan mandat penuh dan sumber daya untuk membantu,” kata Anwar.
Selain aspek keamanan, Malaysia juga mengkhawatirkan dampak ekonomi dari konflik tersebut, terutama terhadap perdagangan global dan keamanan energi.
Salah satu perhatian utama adalah risiko gangguan terhadap jalur pelayaran strategis, termasuk melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia.
Oleh sebab itu, pemerintah Malaysia, kata Anwar, akan segera mengevaluasi dampak konflik terhadap keamanan perdagangan nasional, stabilitas pasokan energi, keamanan jalur udara dan pelayaran, dan kepentingan ekonomi nasional Malaysia.
“Keamanan perdagangan dan energi Malaysia secara langsung terlibat, dan kami akan bertindak sesuai kebutuhan untuk melindungi kepentingan nasional,” ujarnya.
Terakhir, Anwar menuturkan bahwa krisis ini hanya dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi, bukan kekerasan.
BACA JUGA: Mengenal Selat Hormuz, Jalur Nadi Energi Dunia yang Ditutup Usai Kematian Khamenei
Ia menyerukan semua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan menahan diri demi mencegah konflik yang lebih luas.
“Situasi ini membutuhkan diplomasi, pengendalian diri, dan kemauan politik,” tegasnya.






