Pemeran Ibu Catherine O’Hara di Home Alone Tutup Usia, Ini Kenangannya yang Tak Tergantikan

RUANGBICARA.co.id – Dunia hiburan internasional hari ini diselimuti awan duka. Catherine O’Hara, aktris yang selama lebih dari lima dekade menghibur dunia dengan kecerdasan, ekspresi wajah yang tak tertandingi, serta karakter-karakter eksentriknya, dilaporkan meninggal dunia pada usia 71 tahun, Kamis (30/1/2026).

Kabar duka ini pertama kali disiarkan oleh TMZ dan kemudian dikonfirmasi oleh agensinya, CAA. Catherine O’Hara mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Brentwood, Los Angeles, setelah menderita sakit singkat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus lubang besar di hati para penggemar lintas generasi—mulai dari penonton film era 1990-an hingga pencinta budaya pop masa kini.

BACA JUGA: Dokter Paru Ungkap Cara Pakai Whip Pink yang Benar, Jika Salah Ini Bahayanya

Bagi banyak orang, Catherine O’Hara adalah sosok “Ibu Amerika”. Perannya sebagai Kate McCallister dalam dua film pertama Home Alone menjadikannya ikon global. Teriakan legendaris “KEVIN!” di bandara Paris masih dikenang sebagai salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sinema.

Namun, perjalanan karier O’Hara tidak berhenti di sana. Ia mengalami masa keemasan kedua melalui serial Schitt’s Creek. Sebagai Moira Rose, O’Hara menciptakan karakter yang nyaris mustahil ditiru—seorang diva opera sabun dengan koleksi wig megah serta aksen bicara yang khas. Peran tersebut tidak hanya mengantarkannya meraih penghargaan Emmy, tetapi juga menjadikannya ikon budaya pop bagi generasi muda di media sosial.

Selain bakat aktingnya yang luar biasa, terdapat sejumlah fakta unik tentang Catherine O’Hara yang jarang diketahui publik.

Pertama, ia lahir dengan kondisi medis langka bernama dextrocardia with situs inversus, yakni kondisi di mana jantung dan organ utama berada di sisi tubuh yang berlawanan dari posisi normal. Meski tergolong langka, kondisi ini tidak pernah menghambat energi dan performanya di atas panggung maupun layar.

Kedua, kisah cintanya pun bermula dari dunia film. O’Hara bertemu dengan suaminya, desainer produksi Bo Welch, di lokasi syuting film Beetlejuice (1988). Keduanya dikenal sebagai salah satu pasangan paling harmonis dan jauh dari sorotan sensasi di Hollywood.

Ketiga, sebelum menaklukkan layar lebar Hollywood, O’Hara merupakan tulang punggung dunia komedi sketsa Kanada. Kemampuannya dalam improvisasi menjadikannya pilihan utama sutradara Christopher Guest dalam sejumlah film mockumentary cerdas, seperti Best in Show dan A Mighty Wind.

Menjelang akhir hayatnya, Catherine O’Hara masih aktif berkarya. Ia sempat memukau penonton lewat serial The Studio bersama Seth Rogen serta tampil emosional dalam serial hit HBO, The Last of Us. Hal ini membuktikan bahwa hingga akhir perjalanan hidupnya, O’Hara tetap menjadi aktris yang relevan dan sangat dicari.

Ungkapan duka dan penghormatan pun mengalir deras dari para rekan seprofesi. Macaulay Culkin, yang memerankan putranya dalam film Home Alone, menuliskan pesan menyentuh di media sosial, “Mama, aku kira kita masih punya waktu… Aku ingin duduk di kursi sebelahmu lebih lama lagi. Aku mencintaimu.” Sementara itu, komedian Mike Myers menyebut O’Hara sebagai salah satu seniman komedi terbesar sepanjang sejarah dan sosok wanita yang sangat elegan.

Catherine O’Hara bukan sekadar pelawak. Ia adalah seniman yang mengajarkan bahwa keganjilan manusia adalah sesuatu yang patut dirayakan. Kepergiannya meninggalkan warisan abadi berupa tawa, gaya, serta standar akting yang sangat tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *