Proyeksi Ekonomi
Studi dari CSIS (2021) dan Sustainability Impact Assessment Komisi Eropa (2020) memperkirakan bahwa implementasi IEU-CEPA akan meningkatkan ekspor Indonesia hingga 57,76% dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, PDB Indonesia diprediksi tumbuh sebesar 0,19% dan pendapatan nasional bertambah sekitar USD2,8 miliar.
Uni Eropa juga berkomitmen memberikan akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit, tekstil, sepatu, serta ikan kaleng (khususnya tuna). Pemerintah Indonesia turut mendorong perlakuan yang adil dalam ekspor perikanan, seperti yang dinikmati negara mitra UE lainnya.
“Peluang ekspor kita ke Eropa sangat besar. Namun, untuk memaksimalkannya, industri dalam negeri harus siap. Perlu ada penguatan ekosistem ekspor dan harmonisasi kebijakan lintas sektor,” tegas Airlangga.
Pemerintah menargetkan penandatanganan IEU-CEPA dapat dilakukan saat kunjungan Komisioner Maros Sefcovic ke Indonesia pada September 2025. Selanjutnya, perjanjian akan masuk ke tahap ratifikasi oleh 27 negara anggota Uni Eropa dan DPR RI.
BACA JUGA: Nyaris Musnah akibat Perambahan Liar, Ternyata Taman Nasional Tesso Nilo Punya 7 Fakta Ini
Sebagai mitra strategis Uni Eropa, Indonesia optimistis bahwa kerja sama ini akan membuka peluang ekspor yang lebih besar, seperti yang telah dialami Vietnam dan Singapura pasca implementasi FTA mereka bersama Uni Eropa.






