Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa pemerintah tidak semata mengejar pertumbuhan angka investasi, melainkan juga kualitas investasi yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, proyek-proyek investasi tersebut tercatat menyerap 2.710.532 tenaga kerja, atau meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Yang paling penting adalah penciptaan lapangan pekerjaan. Dari total investasi yang masuk, kurang lebih 2,7 juta tenaga kerja berhasil terserap,” ujarnya.
Dari sisi sebaran wilayah, realisasi investasi dinilai semakin merata. Wilayah luar Jawa menyumbang Rp991,2 triliun atau 51,3% dari total investasi nasional. Sementara itu, Jawa Barat masih menjadi provinsi tujuan investasi terbesar, disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Adapun sektor industri logam dasar, pertambangan, serta transportasi dan telekomunikasi tercatat menjadi motor utama penopang investasi sepanjang 2025. Pemerintah optimistis tren positif tersebut akan berlanjut pada 2026, seiring penguatan agenda hilirisasi dan mulai berperannya Badan Pengelola Investasi Danantara.
BACA JUGA: Ratusan Paket Bantuan dan Air Bersih Disalurkan Srikandi BTN Langsung ke Korban Banjir Aceh
“Ini yang ingin kami highlight, penciptaan lapangan pekerjaan yang tercipta dari total investasi Rp1.931,2 triliun pada tahun 2025,” pungkas Rosan.






