Pemkab Lebak Tanam Ribuan Pohon Kelor untuk Percepatan Penurunan Stunting

LebakPemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus berupaya dalam percepatan penurunan stunting dengan melaksanakan kegiatan penanaman ribuan pohon kelor.

Kolaborasi antara Pemkab, Aparat Penegak Hukum (APH), dan berbagai stakeholder dilakukan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas III Rangkasbitung Selasa, (19/12/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati, Dedi Lukman Indepur, memberikan apresiasi atas kontribusi positif APH dalam upaya pengendalian stunting di Kabupaten Lebak.

“Penanaman Kelor di SAE Lapas ini sangat positif sekali, dan kami Pemda Lebak sangat mengapresiasi atas aksi dan kontribusi Penegak hukum dan lainnya, semoga hadirnya BAAS (Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting) dapat menekan dan bahkan menghilangkan angka stunting di Lebak selanjutnya, tekad kita sama Zero Stunting,” ungkap Dedi dikutip, Kamis (21/12/2023).

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh, antara lain Kepala Kejaksaan Negeri Lebak, Ketua PN Rangkasbitung, Wakapolres Lebak, Pejabat Struktural Lapas Rangkasbitung, Ketua Peradi DPC Lebak, Ketua PPAT Lebak, Tim Penanganan Percepatan Stunting Lebak, Camat Cimarga, 12 Kepala Desa sekecamatan Cimarga, serta Penggerak dan Orang Tua Asuh Stunting.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Lebak Tembus 831 Ribu hingga Oktober 2023

Penanaman ribuan pohon kelor dilakukan di lahan seluas 1,5 hektare milik Lapas Kelas III Rangkasbitung, yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta By Pass, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Suriyanta Leonardo Situmorang, menyampaikan bahwa SAE dipilih sebagai tempat penanaman pohon kelor untuk mendukung misi yang sangat baik.

“Tentu kami menyambut hangat kegiatan penanaman di SAE, SAE memang disiapkan untuk menjadi tempat yang dapat berkontribusi bagi banyak pihak salah satunya tempat asimilasi dan pembinaan Narapidana,” tuturnya.

“Dan hari ini SAE menjadi area tanam kelor yang tentu saja ini menjadi investasi jangka panjang, hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pengendalian stunting di Kab. Lebak,” tambah Kalapas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *