Sementara itu, CEO Commercial National Sinar Mas Land, Hongky J Nantung menyampaikan bahwa pengembangan proyek, Sinar Mas Land memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“JPO Southgate Residence yang kita resmikan hari ini akan menjadi landmark baru dan fasilitas penting bagi masyarakat, khususnya pekerja di area TB Simatupang dan sekitarnya yang transit di Stasiun Tanjung Barat ataupun Halte Transjakarta Tanjung Barat,” papar Hongky.
Lalu apa itu KLB? Berikut ulasannya.
Koefisien Lantai Bangunan (KLB) adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung dan luas tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan.
Aturan mengenai KLB ini akan memberikan sanksi pada pihak yang melanggar. Adapun sanksi yang diberikan dapat berupa surat penarikan izin hingga adanya pembongkaran bangunan.
Akan tetapi, ada peraturan dari pemerintah yang memberikan keleluasaan dengan adanya Sistem Insentif-Disinsentif Pengembangan dan Sistem Pengalihan Nilai Koefisien Lantai Bangunan atau disebut sebagai Transfer Development Right.
Kedua sistem tersebut memungkinkan pemilik bangunan untuk dapat menambah luasan lantai maksimum di dalam bangunan.
Sistem Insentif-Disinsentif Pengembangan dilakukan bagi bangunan-bangunan yang menyediakan fasilitas umum berupa sumbangan positif bagi lingkungan pemukiman terpadu, seperti adanya jalur pejalan kaki dan ruang terbuka hijau.
Transfer of Development Right adalah salah satu instrumen yang berlaku dalam pemanfaatan tata ruang, yaitu hak pemilik bangunan atau pengembang yang dapat dialihkan kepada pihak atau lahan lain, yang dihitung berdasarkan pengalihan nilai KLB, yaitu selisih antara KLB aturan dan KLB terbangun.
Maksimum KLB yang dapat dialihkan umumnya sebesar 10% dari nilai KLB yang ditetapkan dan hanya dimungkinkan apabila terletak dalam satu daerah perencanaan yang sama dengan catatan bahwa yang bersangkutan telah memanfaatkan minimal 60% KLB-nya dari KLB yang sudah ditetapkan pada daerah perencanaan.
Berbagai instrumen tata ruang yang berlaku menjadi landasan dalam pemanfaatan, sekaligus pengendalian dalam pemanfaatan tata ruang. Sehingga tercipta kota yang produktif, berkelanjutan dan nyaman untuk seluruh warganya.






