Dalam pernyataan tersebut, KH Asmuni disebut sebagai sosok ulama besar yang sangat dicintai oleh santri-santrinya.
“Dengan penuh rasa duka dan kehilangan yang mendalam, kami keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ihsan mengabarkan bahwa Mbah Yai Asmuni M. Noor, ayah kami, guru kami, pembimbing sekaligus panutan bagi kami semua, telah kembali ke rahmatullah,” tulis akun tersebut.
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa KH Asmuni bukan hanya seorang ulama, tetapi juga seorang ayah yang penuh kasih sayang dan perhatian. Kehilangan beliau menjadi pukulan besar, tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi umat yang telah mendapatkan bimbingan dan doa dari beliau.
“Kami memohon kepada Allah SWT agar menerima segala amal ibadah beliau, melapangkan kubur beliau, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Mari kita semua panjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah untuk Mbah Abi,” lanjutnya mengenang.
BACA JUGA:Â Mama KH Khaerudin Syukaris: Jejak Kyai Kampung yang Berguru kepada Ulama Nusantara
KH Asmuni meninggalkan warisan ilmu dan akhlak yang mendalam bagi para santrinya. Pesantren Al-Ihsan berharap bahwa ilmu yang diwariskan oleh beliau akan menjadi cahaya bagi masa depan para santri dan umat.
Kepergian KH Asmuni merupakan kehilangan besar bagi komunitas pesantren dan umat Islam di Indonesia.






