RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam upacara pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026) sore. Ia diketahui menggantikan Thomas Djiwandono yang sebelumnya terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031.
Pelantikan tersebut menandai babak baru perjalanan panjang karier Juda Agung di bidang ekonomi, moneter, dan stabilitas sistem keuangan nasional.
BACA JUGA: Kemenkeu Buka Opsi Hapus Utang Daerah Terdampak Bencana
Usai dilantik, Juda Agung mengungkapkan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait tugas yang akan diembannya. Ia berujar bahwa Presiden menekankan pentingnya koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta memastikan program-program prioritas pemerintah berjalan optimal.
“Intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencapai program-program pemerintah yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter,” ujar Juda Agung.
Di sisi lain, langkah Juda Agung membuat publik penasaran dengan sosok yang sudah malang melintang di sektor keuangan ini. Lantas, siapakah dia?
Profil singkat
Juda Agung lahir di Pontianak pada 16 Agustus 1964. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas di Surakarta, ia melanjutkan studi ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Di kampus tersebut, Juda menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Teknik Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, dan lulus pada 1987.
Karier akademiknya berlanjut ke University of Birmingham, Inggris. Ia mengambil konsentrasi Money, Banking and Finance dan berhasil meraih gelar Master pada 1995 dengan predikat distinction. Juda kemudian menyelesaikan pendidikan doktoralnya (S3) di universitas yang sama pada 1999 dengan disertasi berjudul Financial Deregulation and Monetary Policy in Indonesia.
Selain pendidikan formal, Juda Agung juga mengikuti berbagai program pendidikan eksekutif di sejumlah universitas ternama dunia, seperti Harvard University, University of Virginia Darden School of Business, Kellogg School of Business Northwestern University, Kiel University, dan Hitotsubashi University.
Perjalanan karier profesional Juda Agung dimulai di Bank Indonesia (BI) sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pada periode 1992–1993, ia sempat menjalani penugasan sebagai Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda.
Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Juda kembali ke Bank Indonesia dan berkiprah sebagai peneliti ekonomi di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Kariernya terus berkembang, mulai dari peneliti ekonomi junior hingga menduduki posisi Kepala Bagian di direktorat yang sama.






