Permohonan Kasasi Greylag Ditolak, Bos Garuda Optimis Kinerja Usaha Bergerak Adaptif

Jakarta – Landasan hukum akselerasi kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk semakin diperkuat pasca permohonan kasasi Greylag Entities terhadap Putusan Permohonan Pembatalan Perdamaian yang sebelumnya telah memenangkan Garuda Indonesia, telah resmi ditolak oleh Mahkamah Agung.

Greylag Entities Menolak Putusan Homologasi

Sebelumnya, Greylag Entities mengajukan dua permohonan pembatalan perdamaian terhadap Putusan Homologasi yang telah diputuskan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada pertengahan tahun 2022 lalu.

Optimisme Menghadapi Penolakan Kasasi

Penolakan kasasi tersebut memberikan optimisme bagi Garuda Indonesia untuk terus bergerak adaptif dalam memaksimalkan momentum akselerasi kinerjanya. Hal ini diarahkan untuk menjadikan entitas bisnis yang memiliki fundamen kinerja operasi yang semakin prospektif kedepannya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyampaikan bahwa putusan tersebut memperkuat kepercayaan stakeholder pasar modal. Dengan penolakan kasasi, Garuda Indonesia berhasil melepaskan salah satu kriteria pada “Efek Pemantauan Khusus” dan menghapuskan Notasi Khusus “B” pada kode perusahaan tercatat.

Pencabutan kriteria dan penghapusan notasi tersebut sesuai dengan langkah Mahkamah Agung yang menolak permohonan kasasi Greylag Entities melalui Putusan No. 1294 K/Pdt.Sus-Pailit/2023 dan No. 1296 K/Pdt.Sus-Pailit/2023. Dengan demikian, putusan kasasi tersebut telah berkekuatan hukum tetap.

Baca juga: Garuda Indonesia Kembali Raih Maskapai Terbaik Dunia 2023

Fokus pada Optimalisasi Kinerja Finansial

Garuda Indonesia kini fokus pada optimalisasi langkah pengelolaan kinerja finansial guna memenuhi pencabutan kriteria lainnya terkait ekuitas Garuda Indonesia pada “Efek Pemantauan Khusus” melalui pengelolaan posisi ekuitas Perusahaan.

Pencapaian Keuangan Positif

Sampai dengan Kuartal 3-2023, Garuda Indonesia berhasil membukukan total pendapatan sebesar USD 2,23 miliar, tumbuh 48 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan usaha Garuda Indonesia hingga Kuartal 3-2023 tersebut turut dikontribusikan oleh peningkatan penerbangan berjadwal, penerbangan tidak berjadwal, dan pendapatan lainnya.

Pertumbuhan Kinerja Operasi

Pertumbuhan kinerja operasi juga terlihat dari angkutan penumpang hingga periode Kuatal 3-2023, di mana Garuda Indonesia secara Group berhasil mengangkut sebanyak 14,28 juta penumpang, tumbuh 36,05 persen dibandingkan capaian angkutan penumpang pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca juga: Garuda Perkuat Komitmen Dekarbonisasi

Outlook Pemulihan Kinerja yang Positif

Dengan indikator kinerja keuangan yang semakin membaik, Irfan Setiaputra menyatakan optimisme bahwa outlook pemulihan kinerja Garuda Indonesia diharapkan secara bertahap dapat terus tumbuh positif secara konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *