Jakarta – PT Fast Food Indonesia, pengelola KFC di Indonesia, mengalami kerugian signifikan dalam laporan keuangan terbaru.
Menurut CNBC Indonesia, kerugian mencapai Rp557 miliar pada kuartal terakhir, meningkat 266% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatatkan kerugian Rp157 miliar.
Kerugian ini diduga dipengaruhi oleh aksi boikot, yang mengakibatkan penutupan 47 gerai KFC di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Â Jangan Lewatkan! Makan Gratis di KFC Pakai SeaBank, Begini Syarat dan Ketentuannya
Penurunan terjadi tidak hanya pada penjualan makanan dan minuman, tetapi juga di sektor pendapatan lain seperti komisi penjualan dan layanan antar. Hal ini memperberat kondisi keuangan PT Fast Food Indonesia.
“Harga saham perusahaan berada di Rp342 per lembar, dengan rasio price-to-earnings (P/E) di zona negatif. Tren ini diperparah dengan aksi jual dari investor asing yang berlangsung sejak Oktober,” kata YouTube SlamInvest, (9/11/2024).
Selama sebulan terakhir, investor asing banyak melepas saham PT Fast Food Indonesia, yang menjadi sinyal negatif bagi potensi saham tersebut.
Harga Saham






