Selain KFC, PT Fast Food Indonesia juga mengelola franchise Taco Bell di beberapa kota besar di Indonesia, terutama Jakarta. Namun, kontribusi dari brand ini belum signifikan dalam mengurangi kerugian KFC.
Walaupun harga saham KFC di Indonesia murah, kinerja keuangan negatif dan aksi jual oleh investor asing membuat saham ini kurang menarik bagi sebagian investor.
Beberapa analis merekomendasikan pendekatan “wait and see,” mengingat tren negatif ini mungkin berlanjut jika perusahaan tidak segera melakukan restrukturisasi atau perbaikan kinerja.
PT Fast Food Indonesia didirikan pada 1978 dan melakukan IPO pada 1993. Namun, sejak 2018, perusahaan tidak rutin membagikan dividen, yang mengindikasikan adanya tekanan finansial berkelanjutan.
Dengan kondisi kerugian yang besar dan aksi boikot yang belum mereda, para investor disarankan berhati-hati dalam mengambil keputusan.
BACA JUGA: Promo KFC Bulan September: Nikmati Makanan Lezat dengan Hanya 20 Ribu!
“Sambil menunggu stabilitas kinerja perusahaan, pendekatan konservatif mungkin lebih tepat bagi mereka yang mempertimbangkan saham KFC,” tutupnya.






