Terutama pada generasi muda. Kerja sama yang baik dengan stakeholder terkait dan masyarakat dalam pengungkapan peredaran narkoba juga harus dijalin.
Penegakan Hukum yang Profesional
Achmad Kartiko berharap prinsip-prinsip profesionalisme dan proporsionalitas dalam penegakan hukum dijunjung tinggi. Menutup semua celah penyelundupan narkoba di pelabuhan, bandara, dan jalur-jalur kecil harus dilakukan. Penanganan kasus pengedar narkoba hingga ranah TPPU untuk memutus aliran dana dan memberikan efek jera, serta membuat gampong bebas narkoba di semua kabupaten kota harus ditingkatkan.
Terakhir, Achmad Kartiko mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pengungkapan jaringan narkoba tersebut. “Seluruh stakeholder dan elemen masyarakat harus terus bersama-sama, berperan aktif dalam pemberantasan narkoba, khususnya di Aceh yang kita cintai,” ajaknya.
Pernyataan Dirresnarkoba Polda Aceh
Semantara, Dirresnarkoba Polda Aceh Kombes Shobarmen menambahkan, dalam menjalankan tugas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pihaknya terus berupaya memberantas sindikat narkotika.
“Hari ini kita bisa melihat bersama. Barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja yang dimusnahkan adalah hasil sitaan Ditresnarkoba Polda Aceh dan Polres jajaran dalam tiga bulan terakhir. Di antaranya barang bukti sabu dari jaringan internasional Malaysia, Thailand, Aceh,” jelasnya.
Shobarmen mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Bea Cukai Pusat, Direktur Interdiksi Narkotika DJBC, Kakanwil DJBC Aceh, Kepala KPPBC TMP C Langsa, dan seluruh anggota jajaran Polda Aceh.
BACA JUGA:Â Bikin Takjub! 25 Rekomendasi Tempat Wisata di Aceh Ada Pantai, Alam, Kuliner, Religi hingga Edukasi
“Diharapkan agar terus melakukan kerja sama yang sinergi dengan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat guna hasil maksimal pada pelaksanaan tugas di lapangan,” pungkasnya.






