RUANGBICARA.co.id, Lebak – Menjelang Muktamar ke-X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan digelar pada 27–29 September 2025 di Jakarta, suasana politik di tubuh partai semakin menghangat. Sejumlah nama calon ketua umum pun sudah bermunculan, termasuk Muhamad Mardiono yang kembali mendapat dukungan kuat dari berbagai daerah.
Di Kabupaten Lebak, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Mardiono. Dukungan tersebut disampaikan langsung dalam Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) yang digelar pada Rabu (17/9/2025).
BACA JUGA: Gelar Mukercab, PPP Lebak Putuskan Dukung Mardiono jadi Ketum
Ketua DPC PPP Kabupaten Lebak, Neng Siti Julaiha, menegaskan bahwa dukungan ini lahir dari pertimbangan matang. Menurutnya, muktamar bukan hanya sekadar memilih ketua umum, melainkan juga momentum penting untuk menjaga konsolidasi partai.
“Yang pertama kita tentu support, karena muktamar adalah bagian dari agenda politik yang harus dilakukan oleh DPP. Mengingat di 2026 sudah harus verifikasi partai, maka kerja-kerja politik harus terus berjalan,” ujar perempuan yang akrab disapa NJ.
Selain itu, ia menambahkan bahwa muktamar ke-X diharapkan berlangsung lancar dan mampu memperkuat soliditas partai. “Kita berharap, ketika muktamar nanti, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Harapan kita, PPP di 2029 bisa tembus lagi ke Senayan,” ungkapnya.
Alasan Kuat
Lebih jauh, NJ menjelaskan bahwa dukungan DPC Lebak bukan tanpa alasan. Rekam jejak Mardiono di PPP menjadi faktor utama yang dipertimbangkan. “Pak Mardiono bukan orang yang tiba-tiba muncul, beliau melalui proses kaderisasi. Mulai dari DPW, jadi bendahara, kemudian ketua DPW, wakil ketua umum, sampai akhirnya PLt ketum. Itu artinya kaderisasi di PPP berjalan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan bahwa PPP adalah partai yang menghargai demokrasi dan perbedaan pandangan. “PPP menghargai keberagaman. Siapapun kader boleh menyuarakan pendapat, tapi pada akhirnya muktamirin yang menentukan,” tegas NJ.
Hal penting lainnya yang ditegaskan dalam Mukercab adalah komitmen PPP Lebak untuk menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Oleh karena itu, DPC PPP Lebak menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik di muktamar tidak boleh dijadikan dasar pemecatan kader maupun pengurus.
“Kalau perbedaan dijadikan alasan untuk pecat pengurus, itu justru melemahkan partai. Kita harus tetap solid dan kompak dalam menjaga kekuatan PPP,” ujar Sekretaris DPC PPP Lebak, Ridwan Imamul Huda, saat membacakan keputusan Mukercab.






