Profil Neng Siti Julaiha: Aktivis, Pengajar, Hingga Politisi Hebat

RUANGBICARA.co.idNeng Siti Julaiha adalah seorang perempuan tangguh yang berasal dari Kabupaten Lebak, Banten. Ia merupakan inspirasi bagi perempuan-perempuan di daerahnya untuk aktif dalam politik.

Pengalaman Pendidikan yang Kuat

Meskipun berasal dari desa kecil, tepatnya di kampung Guha, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, Lebak. Neng Siti Julaiha memiliki semangat tinggi untuk meraih cita-citanya. Ia menceritakan perjalanannya dalam pendidikan.

“Saya bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Rangkasbitung, tetapi karena beberapa alasan untuk menemani saudara saya waktu itu, saya akhirnya memilih masuk pondok pesantren Daar el-Qolam. Kemudian, saya melanjutkan kuliah di Jakarta dan lanjut untuk S2 di Universitas Negeri Jakarta.” Kata NJ sapaan akrabnya, dalam program Suara Perempuan Banten, Damar Banten TV, dikutip Sabtu, (19/8/2023).

Awal Mula Terjun dalam Dunia Politik

Panggilan politik pertama kali muncul ketika Neng Siti Julaiha terlibat dalam kegiatan organisasi perempuan kebangsaan di Pondok Pesantren Assidiqiyah, Jakarta.

“Saya memiliki pengalaman mengajar di Pondok Pesantren Assidiqiyah di Kebon Jeruk, Jakarta, dan menjadi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di sana. Namun, panggilan politik mulai muncul ketika saya terlibat dalam kegiatan perempuan di pondok pesantren.” ungkapnya

Selanjutnya, ia bergabung dengan Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan aktif dalam berbagai aktivitas organisasi di kantor pusat IPPNU di Jakarta. Ia menjelaskan,

“Saya aktif dalam Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) membuka pintu menuju dunia politik. Sambil mengajar, saya juga terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi di kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta,” Jelasnya.

Perjalanan dalam Dunia Politik

Neng Siti Julaiha mulai terjun dalam dunia politik praktis pada pemilu tahun 2014 dengan mencalonkan diri menjadi calon anggota DPRD Kabupaten Lebak Dapil 3 dan berhasil terpilih.

Baca juga: Kiprah Politik Neng Siti Julaiha, Sosok Pemimpin Perempuan

“Saat anak saya mulai tumbuh besar, saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Pada tahun 2014-2019, saya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Dapil 3. Kemudian pada periode 2019-2024, saya mencalonkan diri dan menjadi anggota DPRD Provinsi Banten dari Dapil Lebak.” Imbuhnya.

Saat ini, Neng Siti Julaiha yang juga Ketua DPC PPP Lebak, mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil Banten 1 Kabupaten Lebak – Pandeglang periode 2024-2029. Ia ingin membawa suara perempuan ke arena politik nasional dan memperjuangkan hak-hak perempuan dan masyarakat Banten.

Pentingnya Partisipasi Perempuan dalam Politik

Neng Siti Julaiha sangat menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam politik. Ia percaya bahwa perempuan bisa membawa perspektif unik dan fokus pada isu-isu yang relevan bagi perempuan dan keluarga.

“Perempuan bisa membawa nuansa kelembutan, kesantunan, dan hati dalam dunia politik. Ini adalah nilai yang unik yang diberikan oleh Allah kepada perempuan. Namun, partisipasi perempuan juga memiliki dampak konkret dalam kebijakan public,” jelasnya.

Melalui perjalanan politiknya, ia menginspirasi banyak perempuan di Banten untuk berperan aktif dalam pembentukan masa depan bangsa dan negara. Ia yakin perempuan bisa menjadi agen perubahan yang kuat dalam mengatasi tantangan sosial, ekonomi, dan politik.

“Dalam melangkah ke depan, kita perlu mengingat bahwa dalam Islam, perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi. Siti Khodijah adalah contoh nyata bagaimana seorang perempuan bisa memainkan peran yang berdampak besar dalam dakwah dan ekonomi. Begitu pula dengan Kartini di Indonesia, ia membuktikan bahwa perempuan bisa berperan dalam mengubah masyarakat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar