Proyek Tol Serpong–Bogor Dijamin Negara Tapi Tak Pakai APBN, Investasi Swasta Bisa Capai Segini

Skema Kontrak

Lebih lanjut, proyek ini menggunakan skema kontrak Design Build Finance Operate Maintenance Transfer (DBFOMT). Pengembalian investasi dilakukan melalui skema user charge atau tarif tol, tanpa dukungan fiskal pemerintah.

Dari sisi kelayakan ekonomi, proyek ini menunjukkan hasil yang menjanjikan. Nilai Economic Internal Rate of Return (EIRR) mencapai 19,81%, Economic Net Present Value (ENPV) sebesar Rp3,53 triliun, dan Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 3,78.

Sementara dari sisi finansial, proyek ini juga layak dengan Financial Internal Rate of Return (FIRR) sebesar 12,38% dan Financial Net Present Value (FNPV) sebesar Rp1,13 triliun. Adapun biaya modal (WACC) tercatat sebesar 11,17%.

BACA JUGA: 200 Miliar Rupiah Digelontorkan Alfamart untuk Akuisisi Lawson, Untung atau Rugi?

Proyek ini telah melewati sejumlah tahapan sejak Desember 2016 saat proposal awal masuk. Penetapan pemenang KPBU dan penandatanganan perjanjian dilakukan pada Desember 2023. Proses financial close ditargetkan rampung pada Juni 2024, disusul pembangunan fisik pada Desember 2025, dan rencana pengoperasian hingga Juni 2054.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *