Puluhan Warga Demo RSUD Malingping, Ini Penyebabnya

Lebak – Sebanyak puluhan warga dari Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menggelar aksi demonstrasi di depan RSUD Malingping pada Kamis, (4/1/2024). Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap perilaku seorang perawat di rumah sakit tersebut yang diduga memberikan pelayanan yang kurang baik.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat, Mahasiswa, Pemuda, dan Santri (RAMPAS) mengajukan tuntutan kepada manajemen RSUD Malingping agar meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien. Peristiwa yang memicu aksi protes ini terjadi pada Kamis, 28 Desember 2023, ketika seorang balita mengalami kesakitan karena kakinya bengkak akibat infus.

Korlap Aksi Aliansi RAMPAS, Repi Rizali, menilai bahwa insiden tersebut harus dijadikan evaluasi serius oleh RSUD Malingping.

“Kami sangat menyayangkan adanya pelayanan buruk yang berulang. Harusnya tidak dibiarkan dan ditangani dengan konkret. Sehingga persoalan pelayanan tidak terus terjadi,” ujar Repi kepada media, Kamis (4/1/2024).

Baca juga: RSUD Cilograng Longsor, Padahal Belum Diresmikan

Sebagai rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Banten, RSUD Malingping diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan merata kepada masyarakat. Aliansi RAMPAS mengancam akan melanjutkan aksi protes ke tingkat provinsi jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

Dalam aksinya, massa yang tergabung dalam Aliansi RAMPAS menuntut agar manajemen RSUD Malingping memberhentikan perawat yang diduga melanggar kode etik keperawatan dan UUD 1945 Nomor 36 Tahun 2009 dengan membiarkan pasien menderita. Tuntutan kedua adalah kesetaraan dalam pelayanan bagi pasien umum dan peserta BPJS.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, Aliansi RAMPAS berencana untuk melanjutkan aksi protes ke tingkat provinsi dengan alasan bahwa sikap dan pelayanan oknum perawat tersebut telah melanggar prinsip etik keperawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *