Ia menyapa warga yang masih bertahan di rumah mereka serta menyalurkan bantuan bagi korban terdampak.
Rano menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan fokus pada pengendalian banjir melalui normalisasi Sungai Ciliwung dengan memanfaatkan dana Program Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat.
Selain itu, Rano mengajak warga penyintas banjir untuk pindah ke rumah susun (rusun) sebagai solusi jangka panjang.
“Ayo kita pindah ke rusun, kalau mau pindah yuk,” ujarnya.
Orang nomor dua di Jakarta ini mengaku sering menawarkan relokasi setiap kali meninjau lokasi banjir. Bahkan, ia sempat melontarkan candaan kepada warga yang enggan direlokasi.
Namun, gaya blusukan Rano yang hanya menggunakan perahu karet tanpa turun langsung ke lokasi banjir menuai kritik dari sejumlah pihak. Banyak yang membandingkannya dengan Dedi Mulyadi yang terjun langsung ke sungai dan ikut membersihkan sampah.
BACA JUGA:Â Ratusan Petugas Damkar Dikerahkan Sedot Banjir di Jakarta
Perbedaan gaya kedua pejabat ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen yang memuji aksi Dedi Mulyadi, sementara sebagian lainnya mempertanyakan efektivitas pendekatan Rano Karno dalam menanggulangi banjir di ibu kota.






