Selain itu, seluruh pompa stasioner atau rumah pompa di Jakarta Selatan saat ini beroperasi penuh selama 24 jam. Setiap unit dijaga oleh dua personel guna memastikan efektivitas kerja pompa dalam mengendalikan debit air yang masuk.
Kerahkan URC
Untuk mempercepat penanganan, lanjut Santo, dua tim Unit Reaksi Cepat (URC) turut dikerahkan. Masing-masing tim beranggotakan dua personel dan bertugas mengoperasikan pompa mobile di daerah yang membutuhkan.
“Nantinya, pompa mobile juga akan kita buat stasioner apabila suatu wilayah mengalami kenaikan debit air yang cukup tinggi,” ungkapnya.
Santo menambahkan bahwa untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dicapai oleh pompa mobile, pihaknya juga mengoperasikan lebih dari 20 unit pompa apung khusus. Dengan cara ini, diharapkan proses penyedotan air dapat dilakukan lebih optimal.
“Semua pompa pada intinya siap dan berfungsi dengan baik. Namun, banjir kiriman seperti ini sulit dikendalikan, terlebih karena kali-kali di Jakarta Selatan merupakan kali limpasan,” tandasnya.
BACA JUGA: Asfifuddin, Perekat Masyarakat Pidie di Perantauan
Dengan langkah-langkah ini, Sudin SDA Jakarta Selatan berharap dapat mengurangi dampak banjir dan membantu masyarakat dalam menghadapi genangan yang terjadi di sejumlah wilayah.






