Ratusan Warga Desa Tambak Demo, Desak Pembayaran Lahan Bendungan Karian

LebakRatusan warga Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, menyelenggarakan demonstrasi di depan Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Lebak Kamis, (1/2/2024).

Aksi ini dilakukan untuk menuntut pembayaran ganti rugi atas lahan yang digunakan untuk proyek Bendungan Karian.

Koordinator aksi, Sumarlin, menyampaikan bahwa warga Desa Tambak telah menunggu pembayaran ganti rugi lahan sejak tahun 2015. Meskipun Bendungan Karian diresmikan pada 2024, warga masih belum menerima kejelasan terkait pembayaran tersebut.

“Karena tadinya berdalih, tidak akan lama lagi kita dibayar, seperti itu,” ungkap Sumarlin saat aksi.

Baca juga: Bendungan Karian Butuh Dana Rp 500 M

Selain itu, Sumarlin menyebutkan bahwa setelah Bendungan Karian diresmikan pada 8 Januari 2024 oleh Presiden Joko Widodo, akses warga desa melintasi jembatan menjadi terhenti. Hal ini menambah penderitaan warga, yang kini menghadapi kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari.

“Ketika waduk karian di bendung diresmikan dan ditutup, kami warga desa tambak khususnya. Tidak bisa melintas sama sekali kesitu, makannya mohon untuk diingat pokonya seperti itu,” tambahnya.

Diketahui, ada delapan kampung yang terdampak, termasuk Kampung Nganceng, Belahayang, Pasir Eurih, Nunggul, Polad, Baketruk Kaler, Baketruk Kidul, dan Kaduluhur. Sejumlah lahan dan bidang tanah warga juga belum menerima pembayaran ganti rugi, termasuk 36 bidang yang belum diaudit atau belum dicek lokasinya untuk penentuan harga.

Menanggapi tuntutan warga, Asda 1 Kabupaten Lebak, Alkadri, mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha memperjuangkan hak-hak warga Desa Tambak.

“”Kami upayakan, karena bapak adalah warga kami. Kami perjuangkan, supaya segera terealisai,” ujar Alkadri.

Baca juga: Mengenal Waduk Karian yang Besok Akan Diresmikan Jokowi

Alkadri juga menjelaskan bahwa beberapa lahan warga masih bermasalah dalam kepemilikan, sehingga proses pembayaran ganti rugi menjadi terhambat. Namun, pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Aksi demo berjalan damai, dan warga langsung berdiskusi dengan perwakilan Pemkab Lebak untuk mencari solusi terkait permasalahan ganti rugi lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *