RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pameran Agribisnis Internasional Agrinex 2025 resmi dibuka di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Ajang ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi untuk mendorong pertumbuhan sektor agribisnis nasional.
Acara pembukaan yang berlangsung di Hall D2 Jiexpo Kemayoran ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari sektor agribisnis. Mulai dari pejabat pemerintah hingga pelaku industri turut hadir memeriahkan pembukaan pameran.
CEO Dare Indonesia sekaligus Ketua Penyelenggara Agrinex Expo 2025, Rifda Ammarina, menegaskan bahwa kontribusi terbesar sektor pertanian terhadap perekonomian nasional masih berasal dari perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA: IPB Tampilkan Inovasi Pertanian dan Aplikasi Digital di Pameran KIP 2025
Ditambah, kata Rifda, sektor tanaman hortikultura, tanaman pangan, dan komoditas non-sawit juga memiliki potensi besar jika didukung dengan ekosistem yang kuat.
“Membangun ekosistem di sektor pertanian itu tidak bisa setengah-setengah. Harus bersamaan, mulai dari pembiayaan, lahan, bibit, hingga pupuk. Kalau tidak serentak, daya ungkitnya tidak akan kuat,” ungkap Rifda.
Dengan demikian, ia berharap seluruh elemen pertanian dapat berkolaborasi agar sektor agribisnis Indonesia semakin tangguh menghadapi tantangan global.
Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menilai penyelenggaraan Agrinex 2025 perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak.
“Harapan kami, Agrinex terus menjadi showcase dan jendela kekuatan produk pertanian Indonesia. Ke depan, kegiatan ini perlu kita dukung lebih besar lagi agar benar-benar dapat mempresentasikan potensi dan keunggulan sektor pertanian kita,” ujarnya saat membuka Agrinex 2025, Kamis (6/11/2025).
Lebih lanjut, Punto menjelaskan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini mencapai 14,35%. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya sektor pertanian bagi perekonomian nasional.
Menurut Punto, Agrinex 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga wadah kolaborasi antara petani, industri, dan lembaga terkait.
“Melalui kolaborasi ini, sektor pertanian Indonesia dapat semakin maju, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Perlu diketahui, pembukaan ini dihadiri tokoh penting yang di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Punto Dewi, Ketua Umum Apindo Sinta Kamdani, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekspor Juan Permata Ado.






