Lebih lanjut, Hasto menyatakan bahwa Ara tampaknya lupa dengan nilai-nilai yang pernah diajarkan oleh ayahnya. “Mungkin Pak Ara Sirait melupakan nasihat bapaknya sendiri. Dari Pak Sabam, saya pernah mendapat cerita bahwa kekuasaan dan uang bisa menjadi berhala,” ucapnya.
Hasto juga mengkritik gaya hidup Ara yang dianggapnya sudah terlalu nyaman. “Mungkin karena beliau sudah masuk di dalam zona nyaman. Rumahnya di Jalan Diponegoro sangat mentereng, sehingga melupakan nilai-nilai itu,” tambah Hasto.
Selain itu, Hasto mengingatkan tentang pesan penting yang disampaikan dalam buku karya Sabam Sirait, Politik Itu Suci. Ia menilai buku tersebut berisi refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga moralitas dalam berpolitik.
“Saya akan kirimkan buku Pak Sabam ini kepada Pak Ara Sirait supaya beliau bisa melakukan perenungan terhadap nasihat-nasihat itu. Tidak hanya di dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada yang baik, tetapi juga bagaimana politik itu sebenarnya suci,” tutup Hasto.
BACA JUGA:Â Adu Kuat Pengaruh Jokowi vs Anies di Pilkada Jakarta 2024
Dengan pernyataan tersebut, Hasto berharap Ara dapat kembali merenungkan nilai-nilai luhur yang pernah diwariskan oleh ayahnya demi menjaga etika politik yang bermartabat.






