Review One Piece 1177: Kebangkitan Sang Dewa Hutan & Amarah Nika!

RUANGBICARA.co.id – Chapter 1177 membawa ketegangan di Elbaf ke level yang baru. Bukan hanya soal pertarungan fisik, tetapi juga pengungkapan spekulasi besar mengenai kekuatan kru Topi Jerami yang selama ini dianggap biasa saja.

Cerita dibuka dengan situasi chaos di kampung halaman Kakek Jarul. Para raksasa dewasa bersiap melawan rekan mereka yang terkena pengaruh Dom Riversy. Dory dan Brogy menunjukkan keteguhan hati sebagai kapten dengan menolak kembali ke skuad tersebut, meskipun Dory harus terluka parah akibat serangan tombak trisula yang menembus lengan dan dadanya.

BACA JUGA: 5 Fakta Terungkap di One Piece Chapter 1175 – Kebangkitan Sang Nidhogg

Momen paling mengejutkan terjadi di kelompok Chopper. Saat Chopper dalam mode Monster Point memberikan tamparan ringan kepada raksasa yang terpengaruh Dom Riversy, raksasa tersebut tiba-tiba sembuh dan sadar kembali.

Hal ini memicu spekulasi kuat di kalangan fans:

Hito Hito no Mi Model: Forest God (Dewa Hutan). Berdasarkan teks kuno, Dewa Hutan dikatakan mampu menjinakkan iblis. Tamparan Chopper yang menyembuhkan teknik kutukan Dom Riversy dianggap sebagai bukti kuat. Selain itu, muncul teori bahwa alasan Kurohige dulu menyerang Drum Kingdom adalah untuk mencari buah iblis Mythical Zoan milik Chopper ini.

Di sisi lain, perlawanan salah satu anggota God Snake bernama Killingham berakhir dengan cara yang memuaskan sekaligus konyol. Sanji, Jinbe, dan Franky berhasil memotong tubuh Killingham menjadi tiga bagian dan mengikatnya secara terpisah agar tidak bisa beregenerasi. Sanji bahkan dengan santai merokok di atas potongan tubuh tersebut, menunjukkan betapa kuatnya kru Yonko Topi Jerami saat ini.

Luffy muncul dengan gagah di atas kepala naga raksasa (Loki). Namun, alih-alih dipuji, Luffy dan Loki justru kena semprot oleh Nami karena serangan mereka malah memperluas kebakaran hutan di Elbaf.

Ada detail menarik saat Loki mencoba menyerang Luffy dengan napas petir, tetapi Luffy sama sekali tidak terluka dan hanya berkomentar, “Oh, ternyata cuma petir toh,” yang membuat Loki sangat terkejut.

Bagian paling emosional terjadi ketika Usopp, dalam kondisi babak belur, mencoba melawan Gunko (salah satu petinggi God Snake). Usopp meledakkan rudal dan drone terkuatnya, namun Gunko justru menarik Brook dan Usopp ke dalam ledakan tersebut.

Melihat sahabatnya terkapar tidak sadarkan diri, Luffy yang biasanya tertawa dalam mode Gear 5 kini berubah menjadi sangat murka, diselimuti api amarah. Di akhir chapter, Gunko yang dirasuki Imu memberikan ultimatum: menyerah atau mati, karena pertarungan mereka bisa memecah belah bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *