Rumuskan Pembangunan PLTN, DEN dan PT ThorCon Power Indonesia Gelar FGD

Bogor – Dewan Energi Nasional (DEN) bersama PT ThorCon Power Indonesia (TPI) telah mengadakan Focuss Group Discussion (FGD) di Hotel Alana & Conference Center, Sentul City, Senin (29/4/2024).

Acara ini bertujuan untuk merumuskan proposal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.

Sebelumnya, DEN telah memasukkan energi nuklir sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

Hal ini diatur dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN) yang direncanakan akan diundangkan tahun ini, dengan target operasional PLTN pertama di Indonesia pada tahun 2032.

BACA JUGA: Wujudkan Transisi Energi, DEN Adakan ETCE 2023

Nota kesepahaman DEN dan TPI

Acara FGD ini juga merupakan bagian dari nota kesepahaman antara DEN dan TPI yang disepakati sebelumnya.

Peserta acara meliputi berbagai pemangku kepentingan energi, seperti pejabat dari Kementerian ESDM, PLN, dan institusi terkait lainnya.

Kemudian, tujuan dari FGD ini adalah untuk mengumpulkan masukan dari para pemangku kepentingan energi guna menyusun proposal yang akan disusun oleh badan teknis dengan dukungan lembaga pendidikan dan penelitian.

Proposal tersebut ditargetkan selesai sebelum Agustus 2024 dan akan diserahkan kepada Pemerintah untuk mendapatkan persetujuan dalam rangka Program Strategis Nasional.

Sesi Paparan Daring

Dalam sesi paparan daring, berbagai persiapan yang dilakukan oleh Bapeten dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM dibahas untuk mendukung percepatan implementasi PLTN.

Sekjend DEN

Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, menyatakan dukungan dari Pemerintah terhadap pembentukan PLTN dan mendukung kerjasama dengan ThorCon secara teknis dan administratif.

“Kami menindaklanjuti daripada dukungan Pak Menteri juga DPR tentang persiapan terbentuknya PLTN. Dan mendukung ThorCon melalui MOU kerjasama dengan DEN dalam artian mendukung secara teknis dan administratif,” kata Djoko dalam keterangannya, Selasa (30/4/2024).

Selain itu, Anggota DEN, Agus Puji Prasetyono, sebagai moderator FGD, menyampaikan harapannya agar PLTN pertama dapat beroperasi pada tahun 2030.

“Tahun 2024 ini kita memulai FGD dengan harapan tahun 2030 akan muncul PLTN pertama kita. Karena itulah kita sangat berbahagia sekali dengan adanya acara ini,” ujar Agus.

Dirjen EBTKE

Meskipun tidak hadir secara langsung, Direktur Jenderal EBTKE, Prof Dr. Eniya Listiani, menyatakan pendapatnya bahwa energi dari PLTN harus langsung masuk ke grid karena dianggap sebagai energi hijau yang tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca.

“Saya berpendapat listrik yang dihasilkan dari PLTN ini harus langsung masuk ke grid. Nuklir itu sudah sangat green, sehingga first in dan first out untuk energi green ini masuk ke grid. Keuntungan dari PLTN ini dapat menghasilkan energi dengan jumlah besar dan relatif stabil, serta tidak menghasilkan gas emisi gas rumah kaca selama operasi normal,” papar Eniya.

BACA JUGA: Kolabarasi DEN RI dan Listrik Indonesia, Siap Memberikan Apresiasi Transisi Energi

Direktur Operasi TPI

Sementara itu, Direktur Operasi PT ThorCon Power Indonesia, Bob S. Effendi berharap proposal tersebut mendapat dukungan untuk dibahas bersama Presiden sebagai solusi transisi energi yang praktis.

“Saya berharap, Proposal bersejarah yang dapat menjadi solusi praktis transisi energi untuk gantikan PLTU batubara ini nantinya mendapat dukungan dari menteri ESDM untuk dapat di bahas bersama Presiden,” jelas Bob.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *