Rupiah Sentuh Rp17.105, Ini Respons Purbaya

RUANGBICARA.co.id – Mata uang rupiah kembali berada di bawah tekanan. Pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026), nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 70 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.035. Sepanjang hari, tekanan terhadap rupiah bahkan sempat mencapai pelemahan hingga 75 poin, mencerminkan sentimen pasar yang masih belum stabil.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah masih berada dalam koridor yang telah diantisipasi pemerintah. Ia menyebut angka tersebut merupakan bagian dari skenario yang sudah disimulasikan, dan bukan di luar perkiraan otoritas fiskal.

BACA JUGA: Hore! BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir Tahun

Dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Purbaya menjelaskan bahwa asumsi nilai tukar yang digunakan pemerintah telah disesuaikan ke level tertentu, sehingga pergerakan rupiah saat ini masih termasuk dalam hitungan tersebut. Dengan demikian, kondisi ini dinilai belum mengganggu kerangka besar kebijakan fiskal, termasuk pelaksanaan APBN.

Purbaya juga menekankan bahwa stabilisasi nilai tukar rupiah merupakan ranah Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Pemerintah, menurutnya, akan tetap fokus menjaga fundamental ekonomi nasional agar tetap kuat di tengah tekanan eksternal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *