Saham BREN Anjlok, Prajogo Pangestu Tak Lagi Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Jakarta – Dalam sepekan terakhir, harga saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) mengalami penurunan tajam sebesar 26,58 persen. Pada akhir perdagangan Kamis (6/6/2024), saham BREN terkoreksi 9,7 persen, turun ke level Rp 6.700 per saham. Penurunan ini menyebabkan saham BREN masuk dalam radar Auto Reject Bawah (ARB).

Kapitalisasi pasar BREN juga turun drastis. Pada akhir Mei 2024, kapitalisasi pasar BREN sempat mencapai Rp 1.500 triliun, mengungguli emiten perbankan Blue Chip Bank Central Asia (BBCA) yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 1.168 triliun. Namun, pada penutupan perdagangan Kamis, kapitalisasi pasar BREN turun sekitar Rp 600 triliun menjadi Rp 896,3 triliun.

BACA JUGA: Iniliah Daftar Chef Terkaya di Dunia, Cek Siapa Saja Mereka?

Kekayaan Prajogo Pangestu Tergerus

Penurunan harga saham BREN berdampak langsung pada kekayaan Prajogo Pangestu, pemilik utama PT Barito Renewable Energy Tbk melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Dengan kepemilikan saham sebesar 64,6 persen atau 86,51 miliar lembar saham, kekayaan Prajogo berkurang secara signifikan.

BACA JUGA: Kisah Sukses Budi Hartono Orang Terkaya di Indonesia

Menurut Bloomberg Billionaires Index, Prajogo Pangestu kini tidak lagi menempati posisi orang terkaya di Indonesia. Posisi tersebut kini ditempati oleh Low Tuck Kwong, bos perusahaan tambang PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Kekayaan bersih Prajogo saat ini adalah 23,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 375,6 triliun, turun sekitar 1,24 miliar dolar AS atau Rp 20,1 triliun. Sementara itu, kekayaan bersih Low Tuck Kwong mencapai 24,4 miliar dolar AS atau Rp 398,8 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *