Said Didu Masih Percaya Ada Harapan di Tangan Prabowo

“To Kill or To Be Killed”

Lebih lanjut, tutur Said, dalam dialog tersebut, dia mengaku sempat menyampaikan peringatan keras kepada Presiden.

“Saya katakan, Bapak sudah masuk titik to kill or to be killed. Kalau tidak dituntaskan, bisa Bapak yang digulung,” ujarnya.

Ia menilai Prabowo adalah presiden kedelapan yang berani menyentuh langsung kepentingan oligarki dalam skala besar, sehingga risiko politiknya pun tidak kecil.

Meski begitu, ia melihat komitmen Presiden untuk bekerja bagi rakyat tanpa memikirkan periode berikutnya sebagai sinyal positif.

“Beliau bilang, kalau saya gagal dan rakyat menganggap saya salah, saya siap menerima hukuman dari rakyat. Itu pernyataan pemimpin,” ungkapnya.

Terakhir, Said Didu menegaskan sekali lagi bahwa dirinya tak berminat kembali masuk ke lingkar kekuasaan. Ia mengibaratkan 30 tahun pengalamannya di pemerintahan membuatnya merasa hanya menjadi “sekrup”.

“Kalau di luar saya bisa jadi mobil. Saya lebih senang di luar membantu sebagai manusia merdeka,” tukas dia.

BACA JUGA: Said Didu Murka setelah Kades Kohod dan Tersangka Pagar Laut Tangerang Lainnya Ditangguhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *