Satlantas Polres Lebak Catat 106 Meninggal Selama 2023

Lebak – Selama tahun 2023, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Lebak mencatat bahwa sebanyak 106 orang meninggal akibat kecelakaan di wilayah Kabupaten Lebak. Faktor utama kecelakaan tersebut adalah minimnya kesadaran pengendara di sepanjang Kabupaten Lebak.

Menurut keterangan Kanit Gakum Laka Lantas Polres Lebak, IPDA Adi Nugraha, terdapat ratusan kejadian kecelakaan yang terjadi selama tahun 2023.

Rata-rata, korban meninggal dunia mencapai angka 106 orang, sedangkan 17 orang mengalami luka berat dan 98 orang mengalami luka ringan, dengan kerugian materi mencapai Rp227.900.000. Hal ini diungkapkan Adi kepada media, dikutip Kamis, (11/1/2024).

Adi menyebutkan bahwa kurangnya kesadaran pengendara menjadi penyebab utama kecelakaan, disertai minimnya penerangan di jalan umum.

Meskipun demikian, Adi menyatakan bahwa jumlah kecelakaan selama tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2022, baik dari segi jumlah kejadian, korban meninggal dunia, maupun luka berat.

“Tahun 2022 itu ada 121 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 115 orang, luka berat 13 orang, luka ringan 98 dengan rumat sebanyak Rp280.700.000,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Berhasil Mengatasi Kericuhan Antar Pelajar di Lebak

Berdasarkan pemetaan titik rawan kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Lebak, mayoritas kecelakaan terjadi di jalan yang lurus, baik di jalur nasional maupun jalan kabupaten, termasuk Jalan Rangkasbitung-Pandeglang.

Data menunjukkan bahwa sepeda motor mendominasi kecelakaan di jalur tersebut, disebabkan oleh kecepatan tinggi, kegagalan menjaga jarak aman, kecerobohan saat berbelok, dan kecerobohan saat mendahului.

“Kepolisian terus melakukan imbauan kepada pengendara agar selalu mematuhi rambu lalulintas guna meminimalisir resiko kecelakaan,” tambah Adi.

Dalam upaya pencegahan kecelakaan, Satlantas Polres Lebak terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada pengendara sepeda motor dan mobil.

Upaya tersebut melibatkan pemasangan imbauan seperti spanduk dan rambu, serta kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman tentang tata cara berlalulintas yang baik demi menghindari kecelakaan lalulintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *