Faralinda menjelaskan bahwa penyebaran penyakit hewan ternak di Riau dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti mobilitas hewan, kondisi lingkungan, dan kurangnya kesadaran peternak dalam menjaga kesehatan hewan ternaknya.
“Kami terus berupaya melakukan sosialisasi kepada peternak agar lebih peduli terhadap kesehatan hewan ternak mereka,” tegasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas PKH Riau telah melakukan berbagai upaya, termasuk vaksinasi massal.
“Sepanjang tahun 2024, kami telah memberikan vaksin rabies kepada 23.241 hewan, vaksin Jembrana kepada 5.789 hewan, vaksin penyakit kulit benjolan kepada 1.430 hewan, vaksin PMK kepada 78.726 hewan, dan vaksin penyakit ngorok kepada 2.917 hewan,” papar Faralinda.
BACA JUGA:Â Akhir Tahun, Ratusan Warga Baduy Jalani Pemeriksaan Kesehatan Bersama Gerakan Mandalawangi Peduli
Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan kasus penyakit hewan ternak tertinggi, dengan total 438 kasus. Disusul oleh Kabupaten Indragiri Hulu dengan 321 kasus.
“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan kasus di daerah-daerah tersebut,” kata Faralinda.






