Kompleks rumah jabatan anggota DPR yang menjadi objek penyidikan KPK berlokasi di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan.
“Dua kompleks rumah jabatan anggota DPR yang diselidiki KPK berlokasi di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan,” pungkas Setyo.
Dugaan Keterlibatan Aktor Politik
Menanggapi kasus ini, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainur Rohman, menyoroti penetapan Sekjen DPR, Indra Iskandar, sebagai tersangka.
“Kasus ini sudah berjalan sekitar satu tahun dan sejauh ini KPK mengindikasikannya sebagai bentuk korupsi birokrasi di lingkungan DPR,” ujarnya kepada Kompas TV, Minggu (9/3/2025).
Namun, Zainur tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan aktor politik mengingat DPR adalah lembaga politik.
“KPK harus mengungkap siapa perusahaan yang memenangkan tender serta apakah ada keterkaitan dengan pimpinan atau anggota DPR,” tegasnya.
BACA JUGA: Punya Akuntan Forensik Internal, KPK Siap Hitung Kerugian Negara Kasus Korupsi ASDP
Menurut Zainur, penting bagi KPK untuk menelusuri beneficial ownership dan modus kejahatan dalam kasus ini.
“Hal ini agar dapat dipastikan apakah ini murni korupsi birokrasi atau juga melibatkan unsur politik,” tandasnya.






