RUANGBICARA.co.id — Kasus dugaan korupsi kuota haji yang menimpa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, masih terus menjadi sorotan publik. Di tengah polemik tersebut, pembelaan terhadap Gus Yaqut kembali muncul, kali ini dari Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil.
Gus Ulil menyebut adanya “operasi jahat” yang sedang dijalankan oleh pihak tertentu di balik mencuatnya kasus tersebut.
BACA JUGA: Heboh! Yaqut Cholil Qoumas Sempat Tahanan Rumah, Said Didu Lempar Sindiran Pedas
“Gus Tutut (Yaqut) digempur luar biasa dari kiri-kanan, dg narasi yg amat jahat. Kita tahu ‘operasi’ yg sedang dijalankan oleh pihak2 tertentu. Jahat sekali,” tulis Gus Ulil dalam keterangannya yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Rabu (25/3/2026).
Sontak, pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik, terlebih Gus Ulil diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Yaqut, karena istrinya merupakan saudara sepupu mantan Menteri Agama tersebut.
Panduan Warga NU
Lebih lanjut, Gus Ulil juga memberikan panduan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk memahami kasus yang menjerat Gus Yaqut. Ia menekankan dua poin utama yang menurutnya penting dipahami oleh warga NU.
Pertama, Gus Ulil menilai kebijakan kuota haji tambahan yang diambil oleh Gus Yaqut sudah tepat, baik dari sisi hukum maupun teknis pelaksanaan ibadah haji.
“Pertama, Kebijakan Gus Tutut dalam kuota haji tambahan sudah benar, baik secara aturan hukum maupun alasan teknis haji di lapangan. Gus Tutut bersih sebersih-bersihnya. Kebijakan yg ia ambil dilandasi pertimbangan ‘hifzun al-nafs’, menjaga nyawa para jamaah. Kalau ada narasi sebaliknya, termasuk yg dikembangkan KPK, wahai warga NU, itu bohong,” tulisnya.
Kedua, Gus Ulil juga menegaskan bahwa Gus Yaqut tidak menerima gratifikasi maupun keuntungan pribadi dari kebijakan tersebut.






