Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menilai belum adanya IPO pada awal tahun merupakan hal yang wajar mengingat periode ini masih tergolong awal tahun buku. Meski demikian, BEI tetap menargetkan realisasi penawaran umum perdana saham dapat mencapai 50 emiten sepanjang 2026.
Menurutnya, fokus Bursa tidak semata pada jumlah perusahaan yang melantai di bursa, melainkan juga pada kualitas emiten yang masuk ke pasar. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kredibilitas serta daya tarik pasar modal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
BACA JUGA:Â Terungkap! Ini Motif di Balik Pemalakan Viral di Kebon Kacang Tanah Abang






