Simak! Cara Tes Kesehatan Mental yang Baik dan Benar

RUANGBICARA.co.id – Tidak bisa sembarangan dalam mendiagnosis kesehatan mental. Tes kesehatan mental harus dilakukan oleh ahlinya. Berikut ini beberapa cara tes mental yang baik dan benar.

Perlu diingat bahwa kesehatan mental melibatkan kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Hal ini memengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertindak dalam menghadapi kehidupan. Tak hanya itu, kesehatan mental juga mempengaruhi cara menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat keputusan.

Jenis Gangguan Mental yang Umum dan Tesnya

Ada beberapa jenis gangguan jiwa yang umum terjadi, antara lain:

  • Depresi dan gangguan mood
  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan makan
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
  • Penyalahgunaan zat dan gangguan adiktif
  • Gangguan bipolar
  • Skizofrenia dan gangguan psikotik

Seseorang yang mengalami gangguan mental terkadang tidak menyadari kondisinya. Namun, tes kesehatan mental dapat membantu menilai kondisi mental seseorang dan membantu psikolog maupun psikiater mendiagnosis gangguan mental yang dialami.

Tahapan Pemeriksaan Kesehatan Mental

Dokter dan psikolog biasanya melakukan pemeriksaan medis kejiwaan melalui berbagai metode. Tahapan pemeriksaan kesehatan mental meliputi:

  • Tes Wawancara: Dokter bertanya tentang riwayat kesehatan mental, riwayat kesehatan, gangguan mental di keluarga, serta lingkungan sosial sehari-hari.
  • Observasi: Dokter memperhatikan penampilan, pola bicara, mood, pola berpikir, pemahaman terhadap diri sendiri, dan keputusan yang diambil dalam menghadapi suatu permasalahan.

BACA JUGA: Manfaat Kesehatan Daun Salam, Simak Informasi Berikut Ini

Jenis-jenis Tes Kesehatan Mental

Untuk memaksimalkan hasil diagnosis, dokter juga memerlukan tes penunjang. Beberapa jenis tes kesehatan mental meliputi:

  • MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory): Menilai kondisi mental seperti skizofrenia, depresi, dan gangguan kecemasan.
  • PHQ-9 (Patient Health Questionnaire–9): Mendeteksi depresi dan menilai tingkat keparahan depresi seseorang.
  • BDI (Beck Depression Inventory): Mengukur tingkat keparahan depresi.
  • STEPI (Schizophrenia Test and Early Psychosis Indicator): Mengidentifikasi gejala skizofrenia.
  • Yale-Brown Obsessive Compulsive Scale: Mendiagnosis gangguan obsesif komplusif atau OCD.

Itulah informasi mengenai cara tes mental yang benar. Jika hasil tes mengindikasikan masalah kejiwaan, segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *