Siswa SMP Bakar Sekolah, Begini Kata Ketua KPAI

Jakarta – Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah, siswa tersebut memang korban perundungan. Ia juga menyoroti aksi seorang siswa di Kabupaten Temanggung, yang membakar SMP Negeri 2 Pringsurat.

Menurut Ai, berdasarkan informasi yang didapatnya, tersangka memang korban perundungan. Tersangka juga disebut tidak memiliki siapapun untuk melapor hingga tak kuasa menahan emosi dan membakar sekolah.

“Sangat menyesalkan, ini anak sudah betul-betul dalam situasi yang merasa dirinya di-bully, sendiri, tidak ada teman bicara, dan sudah tidak mampu menguasai emosi,” kata Ai saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (30/6/2023).

Baca juga: Akibat Sering Di-bully, Siswa SMP Bakar Sekolahnya

Ai setuju jika pelaku pembakaran yang masih pelajar masuk ke ranah hukum dalam sistem peradilan anak. Namun, kata dia pihak lain juga yang berwenang seharusnya ikut bertanggungjawab.

“Balai pemasyarakatan misalnya, ini belum mengeluarkan pendapat,” tegas dia.

Dalam penjelasannya, kehadiran pemerintah juga penting untuk mengambil langkah solusi kedepannya. Karena masalah ini harus dengan kondisi berimbang sesuai situasi dan kondisi dari balai terkait perundungan yang didapat anak berkonflik dengan hukum tersebut.

“Sudah KPAI koordinasikan melalui komisioner pendidikan dan aparat penegak hukum (APH) supaya penanganannya tepat,” tutup dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *