Soal Pejuang PPP Dukung Prabowo-Gibran, Ini Tanggapan Sandiaga dan Gus Rommy

Jakarta – Dalam deklarasi dukungan, Pejuang PPP kepada pasangan capres dan cawapres Prabowo-Gibran. Dukungan tersebut menimbulkan reaksi dari petinggi PPP, Sandiaga Uno, Ketua Bappilu dan Rommahurmuzy alias Gus Rommy, Ketua Majelis Pertimbangan PPP.

Sandiaga mengonfirmasi bahwa Pejuang PPP akan dikenai sanksi sebagai konsekuensi dari deklarasi dukungan tersebut. Mnurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga disiplin partai tanpa menciptakan permusuhan.

“Memang ada beberapa statement yang disampaikan, nah ini tentunya sebagai organisasi yang menegakkan aturan, kami akan kenakan sanksi organisasi yang sesuai dengan peraturan. Pejuang PPP itu sudah diproses dan sudah ada pernyataan tegas dari Ketua Majelis yaitu Pak Rommy dan itu yang akan diterapkan,” kata Sandiaga kepada media, dikutip Sabtu (30/12/2023).

Ia juga mengatakan penting untuk menjaga hubungan tanpa menambah musuh dalam kontestasi demokrasi.

“Tapi saya selalu menyampaikan bahwa setiap kontestasi demokrasi ini, kita jangan tambah musuh, realita demokrasi ini adalah kita komit untuk mendukung Pak Ganjar dan Prof Mahfud,” tambahnya.

Selain itu, Sandiaga enggan membuat prediksi dampak dari dukungan Pejuang PPP terhadap pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Baca juga: Kunjungi Kantor PPP Lebak, Mahfud MD: Isu Hakim MK Curang Rakyat Kecil Harus Tahu

“Saya tidak akan memprediksi (pengaruhnya) saya meyakini sangat optimis bahwa tidak akan berpengaruh terhadap capaian suara Pak Ganjar dan Prof Mahfud targetnya untuk bisa meningkat secara optimal dan masuk putaran kedua,”ujar Sandiaga.

Sementara itu, Gus Rommy sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP memberikan rekomendasi tegas terkait tindakan disiplin hingga pemecatan terhadap kader-kader yang terlibat dalam deklarasi dukungan kepada Prabowo-Gibran.

“Bahwa, Majelis Pertimbangan DPP PPP merekomendasikan kepada Plt Ketua Umum DPP untuk segera melakukan langkah-langkah penegakan disiplin partai mulai dari peringatan hingga pemecatan keanggotaan terhadap kader-kader yang membangkang, melawan, dan tidak mengindahkan keputusan partai. Jika yang bersangkutan adalah caleg, MP DPP merekomendasikan yang bersangkutan agar tidak dilantik apabila terpilih pun dalam Pileg 2024,” tegas Rommy kepada wartawan, dikutip Sabtu (30/12/2023).

Tak hanya itu, Rommy juga membantah klaim bahwa dia berkomunikasi dengan Pejuang PPP yang mendeklarasikan dukungan untuk paslon nomor urut 2. Dia menegaskan bahwa Pejuang PPP tidak memiliki hak untuk menggunakan nama dan atribusi PPP.

Sebelumnya, Pejuang PPP menyatakan dukungan untuk pasangan Prabowo-Gibran di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan Jumat, (30/12/2023). Hadir dalam deklarasi tersebut Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Hizbiyah Rochim dan sejumlah kader PPP seperti Witjaksono hingga Raden Agung Zainal Abidin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *