RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Perum BULOG memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan berlimpah. Pemerintah menegaskan tidak ada alasan terjadinya lonjakan harga bahan pokok, seiring pengawasan ketat yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Bersama Satgas Pangan serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait, BULOG menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga sembilan bahan pokok (sembako) dari Sabang hingga Merauke. Langkah ini bertujuan memastikan harga pangan tetap stabil, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta terjangkau oleh daya beli masyarakat hingga memasuki awal 2026.
BACA JUGA: Diskon 30 Persen Dongkrak Penjualan Tiket KAI Selama Nataru
Sebagai bagian dari pemantauan nasional, pada Rabu (23/12/2025), Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Koordinasi Tataniaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, serta Tim Satgas Pangan melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik strategis di DKI Jakarta. Lokasi yang dikunjungi meliputi Pasar Rawamangun, Pasar Induk Beras Cipinang, hingga ritel modern di kawasan Cempaka Putih.
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, pemantauan difokuskan pada harga dan ketersediaan komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain memantau harga, rombongan juga berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi pasokan, permintaan, serta potensi kendala distribusi menjelang pergantian tahun.
“Monitoring dan sidak ini kami lakukan agar masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga wajar dan sesuai ketentuan pemerintah. Dari hasil pantauan di lapangan, khususnya komoditas beras, harga relatif stabil dan berada di bawah HET,” ujar Rizal, Jumat (26/12/2025).
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras medium di pasar rata-rata berada di bawah Rp13.000 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp13.500 per kilogram. Sementara beras premium dijual di bawah Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp14.900 per kilogram.






