RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menembus angka 6 persen pada 2026. Optimisme tersebut didasarkan pada serangkaian strategi pemerintah dalam mengatasi hambatan struktural perekonomian, mulai dari investasi hingga penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia.
Purbaya menilai, target pertumbuhan 6 persen bukanlah capaian yang sulit apabila kebijakan ekonomi dijalankan secara konsisten dan terukur. Ia menegaskan, fondasi kebijakan untuk mendorong pertumbuhan telah disiapkan sejak dini.
BACA JUGA: Ini Tips Aman Mengolah Ikan ala KKP
“Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6 persen, seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu sulit untuk dicapai,” ujar Purbaya di kutip, Kamis (1/1/2026).
Purbaya mengakui, perekonomian nasional sempat mengalami tekanan hingga September 2025. Namun, kondisi tersebut mulai berangsur pulih seiring dengan membaiknya sinkronisasi kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia.
Menurut Purbaya, koordinasi antarlembaga tersebut dilakukan tanpa adanya intervensi, melainkan melalui komunikasi yang lebih intensif dan selaras antarotoritas ekonomi.
“Terus kami singkroni kebijakan moneter lebih baik, dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya,” terangnya.
Selain penguatan koordinasi kebijakan, pemerintah juga menjadikan percepatan belanja fiskal sejak awal tahun sebagai salah satu motor utama penggerak ekonomi. Strategi ini diharapkan mampu memberikan stimulus lebih cepat bagi dunia usaha dan aktivitas ekonomi nasional.






