Di sektor investasi, Kementerian Keuangan mengambil langkah konkret dengan membentuk tim debottlenecking atau penguraian hambatan usaha melalui mekanisme persidangan. Para pelaku usaha yang menghadapi kendala investasi dapat menyampaikan permasalahan mereka melalui kanal Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP).
Purbaya mengungkapkan, sidang perdana debottlenecking yang telah digelar memberikan gambaran awal mengenai persoalan riil yang dihadapi dunia usaha di lapangan.
“Kemudian seperti yang Anda lihat kan, debottlenecking yang mulai disidangkan walaupun baru satu kali kan, tapi saya di situ sudah bisa melihat deh, kira-kira problem yang dihadapi pebisnis apa sih,” jelasnya.
Ke depan, sidang debottlenecking tersebut akan digelar secara rutin setiap pekan guna mengurai hambatan usaha secara bertahap. Purbaya menilai, langkah ini mulai mendapat respons positif dari investor, termasuk investor asing.
Ia menyebutkan, sejumlah investor dari Singapura dan beberapa negara lain telah menyampaikan pengaduan terkait kendala investasi di Indonesia. Bahkan, sebagian di antaranya sudah mulai merealisasikan investasinya.
“Saya yakin kalau itu dijalankan dengan konsisten, iklim investasi akan bergerak semakin baik. Saya mau bilang drastis berubah kan enggak mungkin, harusnya semakin baik, semakin baik, semakin baik. Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu, kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya,” pungkas Purbaya.
BACA JUGA: Menutup 2025 dengan Tenang, Harga Emas Antam Berhenti Bergejolak
Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang agresif, koordinasi moneter yang solid, serta upaya serius mengurai hambatan investasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan pada 2026.






