Strike Struick

RUANGBICARA.co.id – Mencetak dua gol dan satu gol lagi di babak adu penalti dalam laga perempatfinal melawan Korea, membuat pemain depan Indonesia U-23 Rafael William Struick didapuk sebagai man of the match.

From zero to hero. Struick yang dalam tiga laga penyisihan grup kerap dikritik karena belum mencetak satu gol pun, menunjukkan tajinya di laga krusial melawan tim kuat Korea di perempatfinal. Kritik yang datang padanya dibayar tunai dengan dua gol di babak 90 menit plus satu gol di babak adu penalti.

Saya sendiri belum bisa move on dari gol pertama yang dicetak pemuda berusia 21 tahun ini. Menurut saya, gol Struick di menit ke-15 itu murni tercipta dari paduan naluri dan skill. Bayangkan, dalam posisi sempit dan terhalang pemain Korea, pemain naturalisasi berdarah Jawa-Suriname ini mampu melepaskan tembakan yang terukur dan terstruktur tepat di pojok kiri atas gawang Korea.

BACA JUGA: Faktor 12-12-12, Indonesia Kandaskan Korea

Hebatnya lagi, tendangan yang melengkung indah itu dilakukannya dari luar kotak penalti. Tanpa ancang-ancang, pemilik nomor 11 itu melesatkan bola lewat tembakan kaki kanannya dan tak bisa dihalau oleh kiper jangkung Korea  Jong Baek. 1-0 untuk Indonesia.

Tak puas dengan satu gol, Struick kembali membuat pemain-pemain Korea serba salah. Berawal dari skema serangan balik cepat, Ivar Jenner melakukan long passing tepat mengarah ke kotak penalti Korea, Struick dengan sedikit gerakan memutar berhasil mengecoh dua bek Korea dan dengan dingin menyontek bola melewati kolong kaki kiper Korea.  Skor berubah 2-1 untuk Garuda Muda.

Gol kedua Struick ini mengingatkan saya dengan sosok striker legendaris milik Italia dan AC Milan, Filipo Inzaghi. Inzaghi yang dijuluki striker hantu ini selalu mengecoh bek-bek lawan karena kehadirannya yang tidak terduga dan selalu berada di posisi dan waktu yang tepat untuk mencetak gol.

Kembali ke Struick. Tak hanya bermain ciamik dan mencetak dua gol saat sua Tim Taeguk Wariors, harusnya nama struick juga tercatat sebagai pemberi assist indah andai umpan tumitnya berhasil dikonversi Marselino menjadi gol di babak pertama.

BACA JUGA: Fantastis, Indonesia Bungkam Korea

Namun kabar tak sedap mengelayuti pikiran Shin Tae Yong. Pasalnya Struick tak bisa dimainkan di Semifinal Piala Asia U-23 lawan Uzbekistan pada senin, 29 April 2024 di Qatar. Akumulasi kartu kuning di dua pertandingan beruntun jadi penyebab absennya striker yang bermain di klub Ado Den Haag, Belanda. Jelas ini kehilangan bagi Garuda Muda.

STY dan stafnya saat ini mungkin sedang mempelajari kekuatan dan kelemahan Uzbekistan, negara pecahan Rusia (dulu Uni Soviet). Pilihan pengganti Struick ada nama Ramadhan Sananta, Jeam Kelly Sroyer, dan Hokky Caraka. Kita tunggu saja racikan ‘pedas’ STY saat berduel dengan Uzbekistan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *