Jakarta – Pakar transportasi Djoko Setijowarno menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar gimmick, melainkan langkah nyata dalam membangun budaya mobilitas yang ramah lingkungan.
“Ini upaya nyata membangun budaya mobilitas hijau,” ujar Djoko, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Jumat (2/5/2025).
BACA JUGA: Guru PPKn Bongkar Bahaya Psikologis di Balik Kebijakan Barak Militer Dedi Mulyadi
Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan bahwa efek kebijakan ini mulai terlihat.
“Pada Rabu, 30 April 2025, LRT Jabodebek mencatat rekor tertinggi jumlah penumpang, yakni 104.453 orang,” ungkapnya.
Ia menilai hal ini sebagai indikator bahwa masyarakat mulai terbiasa beralih ke transportasi umum. Meski begitu, Djoko menyebut partisipasi sekitar 65 ribu ASN DKI saja belum cukup mengubah kondisi kemacetan secara signifikan.
Konsistensi
Meski hasil awal cukup positif, Djoko menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan ini. Ia menyarankan agar kebijakan ini diperkuat dengan aturan tingkat Peraturan Daerah (Perda) agar dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Kalau tidak konsisten, hanya jadi program musiman saja,” katanya.
Tidak hanya DKI, Djoko juga mendorong kementerian dan lembaga di Jakarta agar menerapkan kebijakan serupa. Ia menyebut jumlah ASN kementerian lebih besar dibandingkan ASN Pemprov DKI.
Karena itu, menurutnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian PAN-RB perlu mengikuti langkah ini.
“Wajib bagi Kemenhub dan KemenPAN-RB meniru langkah DKI Jakarta,” tegas Djoko.






