Taken, Film Action Tentang Ayah yang Tak Mengenal Kata Menyerah

RUANGBICARA.co.id – Ada satu film yang berhasil mengubah Liam Neeson dari aktor drama serius menjadi sosok “bapak-bapak paling berbahaya di dunia”. Film tersebut adalah Taken (2008). Bagi penonton yang mulai jenuh dengan film action modern yang terlalu bergantung pada CGI, kembali menyaksikan karya Pierre Morel ini menjadi sebuah keharusan.

Taken bukan sekadar film tentang penculikan. Film ini merupakan definisi nyata dari ketegangan tanpa jeda, yang terjaga sejak menit pertama hingga kredit akhir bergulir.

BACA JUGA: Misteri Tujuh Jam Weker: Netflix Hidupkan Kembali Detektif Ikonik Agatha Christie dalam The Seven Dials Mystery

Sinopsis

Cerita berfokus pada Bryan Mills, seorang pensiunan agen CIA yang berusaha memperbaiki hubungannya dengan putri remaja satu-satunya, Kim. Ketika Kim meminta izin untuk berlibur ke Paris, naluri protektif Bryan langsung bergejolak. Namun, demi membahagiakan sang anak, ia akhirnya mengizinkan dengan satu syarat: Kim harus rutin melapor melalui telepon.

Malapetaka terjadi sesaat setelah Kim tiba di Paris. Melalui sambungan telepon, Bryan mendengar langsung bagaimana putrinya diculik oleh sindikat perdagangan manusia asal Albania. Kejadian tersebut menjadi titik balik cerita yang ikonik.

Di sinilah salah satu momen paling legendaris dalam sejarah film action tercipta. Bryan tidak menelepon polisi. Ia justru memberikan peringatan dingin kepada sang penculik melalui telepon:

“I don’t know who you are… but if you don’t let my daughter go now, I will look for you, I will find you, and I will kill you.”

Dengan waktu hanya 96 jam sebelum Kim lenyap selamanya ke dalam jaringan gelap perdagangan manusia, Bryan terbang ke Paris. Ia tidak membawa pasukan atau teknologi canggih, hanya pengalaman bertarung dan insting mematikan yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun di dunia intelijen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *