Tanpa Alasan Jelas, Ustad Dikeroyok Oknum Bank Keliling

Serang – Seorang ustad yang berasal dari Kabupaten Pandeglang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum Bank Keliling atau Kosipa. Kejadian tragis ini terjadi pada Senin, (1/4/2024), sekitar pukul 22.30 WIB di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya pengeroyokan tersebut masih belum terungkap. Namun, beredar video viral menunjukkan bahwa seorang ustad asal Pandeglang menjadi sasaran kekerasan oleh sejumlah oknum Bank Keliling.

Kronologi

Ustad Muhyi, korban dari pengeroyokan tersebut, mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui alasan di balik serangan tersebut.

“Yang jelas sepulang dari Rumah Sakit Umum Banten, memang kondisi bapak saya lagi di rawat,” kata Muhyi kepada media, Selasa, (2/4/2024).

Dia menjelaskan bahwa pada malam kejadian, setelah pulang dari Rumah Sakit Umum Banten, keluarganya dihadapkan pada serangan tanpa alasan yang jelas.

“Ada adek saya kebetulan istri, teteh, dan umi. Ketika sampai baros, setelah lewat Polsek Baros, pas di Desa Sukamanah itu ada kerumunan motor ada kemacetan,” lanjut dia.

“Kami menganggap ini mungkin ada tawuran, atau balap motor. Ketika kita akan melintas, dia orang itu langsung menyerang,” sambungnya.

BACA JUGA: Panas! Ustad Dikeroyok, Warga Balas Sweeping Bank Keliling

Lebih lanjut, ia menceritakan serangan itu datang tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas. Mereka menggunakan helm untuk memukul bagian spion sebelah kiri mobil.

“Jebret, kan saya kaget ada apa ini. kami kaget langsung bergegas karena kami bawa umi, istri, ade, yang jelas kami masih shock kaget ada apa ini, mobil kami digebukin,” papar Muhyi.

Lalu, mobilnya menepi ke pinggir jalan di depan Alfamart. Mereka menyerang seperti geng motor yang sedang bertindak.

“Langsung menepi langsung menggebukin aja. Pertama digebukin kan adek saya supir, ngejar supir ditonjok, dijambak, di gebukin, saya kan keluar dari pintu sebelah kiri,” katanya.

BACA JUGA: Fakta dan Kronologi: Ustad Dikroyok Oknum Bank Keliling

Muhyi menanyakan apa sebab dari serangan ini. Namun, mereka hanya menjawab dengan melakukan lebih banyak serangan.

“Malah dijawab dengan dipukulin. Jebret-jebret sampai beberapa kali mengenai kepala saya,” ungkapnya.

Meskipun dirinya berusaha bertahan, tetapi ia merasa lemas. Beruntung, ada warga setempat, Pak Taufik, yang membantu menghentikan pertikaian ini.

“Akhirnya kena juga pukulan, Setelah perkelahian ketiga ini ,akhirnya massa marah juga karena mereka ini arogan, merasa punya kekuasaan seolah-olah mereka itu jawaranya, preman,” ujarnya.

Setelah itu, salah satu pelaku berhasil ditangkap, mereka di bawa ke Polsek Baros.

“Setelah kita tangkap satu orang, kita amankan di Polsek Baros. Mereka bersuara orang Batak yang sudah menjadi komunitas di sini, merasa sudah berkuasa sementara saya sendiri tidak punya utang ke bank keliling,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *