Jadi Tren dan Sulit Didapat
Sementara, Olivia Landau, pendiri Clear Cut, mengatakan potongan berlian antik seperti ini sedang menjadi tren. “Potongan cushion lama yang memanjang menjadi pilihan paling populer saat ini, tetapi sangat langka dan sulit ditemukan,” katanya.
Landau juga menambahkan bahwa tren ini muncul karena banyak calon pengantin kini menginginkan perhiasan dengan sentuhan unik dan tidak terlalu sempurna, berbeda dengan berlian buatan laboratorium yang seragam.
Selain itu, cincin pertunangan Taylor Swift tampak semakin menonjol dengan penggunaan emas kuning tebal yang menjadi bingkai berlian.
Menurut Landau, pilihan band yang lebih tebal dan detail ukiran tangan memberikan kesan mewah sekaligus klasik. Di sisi lain, Megan Kothari dari Aaryah menambahkan bahwa cincin tersebut juga dihiasi ukiran halus, filigree work, dan kemungkinan beberapa berlian pavé kecil.
Lebih lanjut, Landau menilai, cincin ini benar-benar mencerminkan gaya vintage Swift. Namun, ia juga memperingatkan bahwa cincin dengan karakter seperti ini sangat sulit untuk direplikasi. “Saya pikir setelah Taylor memamerkan cincin ini, permintaan untuk berlian serupa akan melonjak. Namun, ketersediaannya sangat terbatas dan harganya bisa meningkat tajam,” ungkapnya.
BACA JUGA: Maxime Resmi Lamar Luna Maya di Jepang, Gak Nyangka Reaksi Artis Ini Bikin Melongo
Menariknya, Landau memperkirakan ukuran berlian tersebut mungkin lebih kecil dari perkiraan awal, sekitar 5 hingga 7 karat. Meski begitu, desain memanjang membuatnya tampak lebih besar dari aslinya. Apa pun ukurannya, cincin ini jelas menjadi simbol unik yang sulit disaingi.






