Teka-Teki di Balik Visual ‘Babel’ Isyana Sarasvati, Netizen Tuding Sekte Sataniso

RUANGBICARA.co.id – Sejak era album LEXICON, Isyana memang telah meninggalkan citra “Pop Princess” dan bertransformasi menjadi musisi progressive rock dengan sentuhan teatrikal yang kental. Namun, lewat “Babel”, Isyana seolah menarik pendengarnya masuk ke lubang kelinci yang lebih dalam dan gelap.

Dalam video musik “Babel”, Isyana tampil dengan estetika yang surealis, gelap, dan penuh dengan simbolisme yang tidak biasa. Penggunaan kostum eksentrik, riasan wajah yang dramatis, hingga latar belakang yang menyerupai menara Babel yang runtuh, menjadi alasan mengapa label “satanik” begitu cepat tersemat. Bagi sebagian orang, segala sesuatu yang gelap dan tidak dimengerti seringkali langsung diasosiasikan dengan hal-hal okultisme.

BACA JUGA: Pakar Sebut Tol Trans Sumatera Jadi Game Changer Mudik Lebaran 2026, Infrastruktur Sudah Siap

Secara filosofis, “Babel” merujuk pada kisah menara di mana manusia kehilangan kemampuan untuk saling memahami karena bahasa yang berbeda-beda. Isyana seolah ingin menggambarkan kekacauan komunikasi di dunia modern. Namun, ironisnya, pesan tentang “ketidakpahaman” ini justru terbukti lewat reaksi netizen yang salah mengartikan visi seninya sebagai sebuah pemujaan sekte.

Tudingan yang menimpa Isyana ini seolah menjadi pengulangan sejarah. Sebelumnya, musisi Hindia (Baskara Putra) juga pernah mengalami hal serupa. Saat itu, penggunaan properti patung dan visual tertentu dalam konsernya dianggap sebagai ritual pemujaan setan oleh sebagian kelompok masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *