“Hidrogen akan menjadi energi utama dalam mendukung transisi energi nasional,” katanya.
Menurut Prof. Eniya, produksi hidrogen dapat dilakukan di mana saja tanpa menghasilkan emisi karbon.
“Ini akan membawa dampak besar dalam menekan polusi dan meningkatkan ketahanan energi nasional,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa regulasi dan perizinan memegang peranan penting dalam mempercepat adopsi teknologi hidrogen.
Menariknya, edisi kali ini menjadikan PT Breesen Technology Indonesia sebagai cover story. Tentu bukan suatu kebetulan, perusahaan ini dinilai sukses mengembangkan efisiensi melalui teknologi membran udara untuk infrastruktur atap bangunan. Sehingga, solusi ini dinilai sebagai bagian dari infrastruktur masa depan yang ramah lingkungan.
BACA JUGA: Bahaya Post Holiday Blues, Diam-Diam Bisa Bikin Kamu Terpuruk hingga Alami Depresi, Faktanya Begini
Terakhir, bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kesiapan teknologi di sektor ketenagalistrikan, jangan lewatkan Majalah Listrik Indonesia edisi ke-104 yang akan terbit pada 10 April 2025. Temukan berbagai fakta menarik seputar inovasi dan strategi efisiensi energi melalui pendekatan teknologi mutakhir.






